Properti

Ini Strateginya Supaya Perempuan Bekerja Bisa Menggandeng Mertua dan Merangkul Suami Menjadi Team Pendukung Terhebat Kariernya

January 27, 2015

Saya tahu tidak mudah bagi perempuan memutuskan berkarier atau menjadi pengusaha. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan, faktor terbesar adalah keluarga dan anak-anak.

Sebagai CEO, saya memimpin 3 perusahaan: Samara Dana Property, Rotterdam Property dan Nathalia Institute. Saya memiliki belasan proyek pembangunan properti yang sedang berjalan saat ini. Dan saya sedang persiapan membuka beberapa perusahaan lainnya.

Sebagai pembicara, saya mengisi berbagai talkshow radio di pagi hari. Saya harus berangkat subuh untuk menghindari macet. Akhir minggu saya menjadi pembicara di seminar properti dan hipnoterapi.

Banyak yang bertanya ke saya, “How you can do all that? How you manage your time, family and kids?”

Melalui artikel ini saya sharingkan bagaimana strategi saya mengatasi semua itu.

  • Menggandeng mertua menjadi team pendukung terhebat Anda.
    Ajak mertua Anda menyaksikan kerja hebat Anda di kantor.

Suami saya peranakan Tionghoa dari Kalimantan Barat. Tradisi keluarganya semua istri masak, mengerjakan semua urusan rumah tangga dan mengasuh anak. Para suami yang bertugas mencari uang. Suatu hari ketika kami baru menikah, saya ke acara Imlek keluarga besarnya. Kebetulan saya kurang bisa memasak. Ketika saya ikut membantu di dapur bersama para istri lainnya, keliatan saya kurang fasih urusan dapur. Saya dengar ibu mertua saya bicara kepada keluarga besarnya, “Dia berbeda. Dia hebat di bisnis.”

Ibu mertua saya tidak langsung menjadi team pendukung terhebat saya. Saya melakukan banyak strategi untuk membuatnya demikian. Saya terbiasa memberikan yang terbaik karena itu tanggung jawab kepada kehidupan. Saya mengajak ibu mertua saya ke seminar saya. Dia menonton saya berbicara di panggung dan dia sangat terkesima dengan performance terbaik saya. Saya undang ibu mertua saya ke kantor untuk melihat saya memimpn rapat team. Dia melihat saya melakukan banyak aktivitas bisnis, mulai menandatangani berbagai dokumen penting dan meeting dengan para mitra bisnis. Saya ajak ibu mertua saya ke proyek-proyek pengembangan properti saya, dia melihat saya memeriksa kualitas bangunan, bicara kepada kontraktor dan pekerja di lapangan.

Nah, sekarang ibu mertua saya adalah team pendukung terhebat saya. “Sudah, saya yang urus, kamu fokus selesaikan pekerjaanmu.” itu perkataannya jika ada urusan rumah tangga yang perlu dihandle, seperti mengajarkan asisten rumah tangga, gas habis, mencari asisten rumah tangga sampai anak-anak nangis. Ibu mertua saya memang terhebat.

Sudahkah Anda menunjukkan kerja hebat Anda di kantor kepada mertua Anda? Jika belum, lakukanlah. It works, believe me. Semoga Anda bersama mertua Anda menjadi team terhebat.

Lakukan hal yang sama ke orang tua Anda supaya mereka juga bergabung menjadi team pendukung terhebat Anda.

 

  • Merangkul suami menjadi pahlawan peraih mimpi Anda.
    Perempuan berkarier membutuhkan suami hebat – suami satu visi.

Ada quote “Behind all great men, there are great women”. Hal yang juga berlaku kepada perempuan hebat. Suami hebat dibutuhkan oleh perempuan berkarier.

Saya percaya pernikahan berkualitas adalah kerja team. Saya percaya akan konsep partner hidup. Kita dipertemukan dengan partner hidup untuk melakukan sesuatu yang lebih besar bersama. Suami-istri adalah sahabat baik.

Suami saya memberi kebebasan saya memilih, mau menjadi ibu rumah tangga saja atau mau menjadi pengusaha. Justru karena diberi kebebasan ini membuat saya melakukan yang terbaik karena saya merasa dipercaya. Dia memberi kebebasan seperti itu karena dia sudah tahu mimpi hidup saya dan betapa berartinya mimpi itu bagi saya. Dan dia berkomitmen menjadi pendukung utama merealisasikan mimpi itu. Karena itu saya menyebutnya ksatria mimpi.

Tapi bagaimana jika suami Anda bukan pendukung Anda malah dia penghambat terbesar Anda? Lakukan strategi ini. Strategi ini sudah dibuktikan oleh para team saya yang mayoritas para perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak. Dan sekarang suami mereka menjadi pendukung terhebat dalam karier mereka.

Kebijaksanaan muncul dari memahami sebab akibat secara langsung. Ajak suami meeting dengan Anda. Anggaplah rumah tangga adalah bisnis kecil milik Anda berdua. Tujuan dari bisnis ini adalah membawa kesejahteraan dan kebahagiaan bagi semua anggota keluarga. Saat meeting bisnis dengan suami Anda ajak dia untuk brainstorming semua konsekuensi, jika Anda hanya menjadi ibu rumah tangga dan jika Anda berkarier. Bikin list semua konsekuensinya dan sebab akibatnya. Lalu bersama suami Anda pilih mana yang memiliki konsekuensi yang selaras dengan tujuan rumah tangga yaitu membawa kesejahteraan dan kebahagiaan semua anggotanya.

Suami sangat suka jika dia dianggap sebagai pahlawan berkuda putih menyelamatkan puteri impiannya. Saya yakin Anda adalah puteri impiannya, semoga keyakinannya saya benar. Maka tugas puteri ini adalah mengagumi, menghormati dan mengidolakan pahlawan berkuda putihnya.

Semoga sharing saya membawa manfaat bagi hidup Anda. Karena dibutuhkan banyak perempuan hebat untuk membangun dan memberi sumbangsih untuk negeri Indonesia lebih kaya, makmur dan sejahtera.

Press

Antara Sepotong Roti dan Properti (Liputan Majalah Property-In Edisi Januari 2015)

January 26, 2015

 

 

mjlh property in 16 jan hal 1mjlh proerty in 16 jan

 

Majalah Property-IN memuat artikel tentang CEO Rotterdam Properti, CEO Samara Dana Properti, dan Marketing Director Benoa Bay Sand, Bali, Nathalia sunaidi. Nathalia (33), yang dulu lebih dikenal sebagai pakar hipnoterapi Indonesia, kini juga terkenal sebagai developer lewat bendera Rotterdam Properti yang didirikannya pada 2011. Menurut Nathalia, developer adalah profesi yang baik hati. Mereka menjelaskan bahwa harga properti selalu naik setiap saat sehingga orang takkan merasa rugi ketika membeli. Rotterdam Residence di Jatiasih, Bekasi, merupakan proyek pertamanya yang dibangun tiga tahun silam. Hingga saat ini, Rotterdam Properti dan Samara Dana Properti telah membuat beberapa proyek di Jakarta dan sekitarnya. Antara lain Rotterdam Residence di Jati Asih, Rotterdam Business Center di Tangerang, Rotterdam Depok Residences, Birmingham Village di Bekasi, dan Calabas Residence di Jati Asih.

Press

Yakin Kondisi Membaik, Samara Dana Bikin Proyek (Lipuan Kontan 16 Januari 2015)

January 23, 2015

kontan 16 jan

 

Pelaku industri properti memiliki opini beragam tentang prospek properti tahun ini. Pengembang Samara Dana Property dan Rotterdam Property sepertinya masuk dalam kategori optimistis industri properti tahun ini bisa bangkit dari kelesuan yang terjadi tahun lalu. Perusahaan itu memprediksi tahun ini minat pasar untuk memanfaatkan properti sebagai instrumen investasi akan kembali bergairah. Chief Executive Officer Samara Dana Property dan Rotterdam Property Nathalia Sunaidi mengatakan properti masih menjadi instrument investasi yang menggiurkan. Samara Dana meyakini makro ekonomi dan politik tahun ini lebih stabil ketimbang tahun lalu. Katalis positif lain untuk industri properti adalah rencana pemerintah membangun proyek infrastruktur. Nathalia juga mengatakan bahwa berdasarkan riset untuk properti landed bisa mencapai sekitar 20% gain yang bisa diraih. Oleh karena itulah, Samara Dana berani menjadwalkan pembangunan dua kawasan rumah tapak di Bekasi, Jawa Barat dan apartemen di Tangerang, Banten.

Press

Investasi Properti Tidak Mengenal Rugi

January 15, 2015

Screenshots_2015-01-14-13-37-03

 

 

Housing-Estate.com, Jakarta – Di Indonesia sektor bisnis masih dianggap sebagai dunianya laki-laki. Salah satu tolok ukurnya, menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor perempuan di pasar modal hanya ada di kisaran 15-20 persen dibandingkan laki-laki. Padahal kalau dilihat dari populasinya, perempuan Indonesia yang berusia 16-64 tahun berjumlah 78 juta jiwa atau sebanding dengan jumlah prianya.

“Tapi coba kalau kita membahas soal investasi, dia akan bilang, ‘saya kurang paham, saya tanya suami dulu ya’. Ini berbeda dibandingkan perempuan di Hong Kong atau Shanghai, mereka akan sangat antusias bicara investasi. Mestinya gender bukan alasan perempuaan tidak berinvestasi,” ujar Nathalia Sunaidi, CEO Rotterdam Properti dan Samara Dana Properti, kepada housing-estate.com di Jakarta, Rabu (14/1).

Perempuan pada umumnya menganggap investasi merupakan hal yang rumit sehingga membuat keengganan untuk memulainya. Nathalia pun awalnya menganggap investasi merupakan sesuatu yang rumit, tapi setelah ia terjun langsung di dunia properti, yang didapatkan justru sesuatu yang simpel dan mudah.

“Di dunia properti itu tidak ada yang namanya salah investasi sehingga tidak mengenal istilah rugi, yang ada cuma kurang untung. Kalau kita salah pilih lokasi properti, nilainya tetap akan naik. Makanya saya pilih bidang ini karena sederhana dan cocok untuk perempuan,” tandasnya.

Hingga saat ini Nathalia sudah mengembangkan beberapa proyek properti seperti perumahan, ruko, hingga kondotel di Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bali.

Properti

Lima Kualitas yang Membuat Perempuan Menjadi Pengusaha Properti Sukses

January 13, 2015

Menurut data BEI yang saya baca jumlah investor perempuan masih jauh di bawah investor pria. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor perempuan di pasar modal masih dikisaran 15-20%.

Benarkah perempuan Indonesia kurang tertarik berinvestasi?

Jika Anda membuka pembicaan tentang investasi kepada perempuan Hongkong atau Shanghai, mereka akan respon dengan antusias. Tapi jika Anda mengangkat topik investasi kepada perempuan Indonesia belum tentu mereka akan respon atau tertarik.

Jika Anda membahas investasi kepada perempuan Indonesia, dia akan bilang, “Saya tanya suami saya dulu ya. Saya kurang paham masalah investasi.” Sebenarnya gender bukanlah alasan untuk perempuan tidak berinvestasi.

Jumlah populasi perempuan Indonesia dengan usia 16-64 tahun sejumlah 78 juta jiwa sebanding dengan populasi laki-laki. Ini jumlah yang sangat besar. Andaikan perempuan-perempuan ini melek finansial, jika terjadi krisis, mereka bisa menyelamatkan diri mereka dan keluarganya. Bahkan bisa menyelamatkan bangsa ini karena populasi perempuan hampir setara dengan laki-laki.

Selama saya menjadi pengusaha properti, yaitu developer properti, saya mengamati apa yang membuat perempuan enggan berinvestasi. Pertama, mereka menganggap investasi rumit. Kedua, sedikit sekali edukasi tentang investasi kepada perempuan.

Saya jadi teringat awal-awal saya masuk ke dunia investasi, saya menemukan begitu rumit menemukan investasi yang tepat. Tapi begitu saya mengenal properti, saya menemukan investasi di properti sangatlah sederhana sesuai dengan jiwa perempuan saya, yaitu tidak mau rumit.

Di dunia investasi properti, tidak ada yang namanya salah investasi. Dunia properti sangatlah pemaaf dan penyayang. Inilah yang dibutuhkan oleh para perempuan yaitu dimaafkan dan disayang. Jika Anda salah pilih lokasi properti, tetap nilai investasi properti Anda akan naik. Tipe investasi seperti ini tidak Anda dapatkan di jenis investasi lainnya. Justru inilah alasannya saya memilih menjadi developer properti karena sederhana.

Karakter yang bisa membuat perempuan menjadi pengusaha properti sukses:

  1. Berani mengambil keputusan.
    Di dunia properti tidak ada yang namanya rugi, yang ada hanyalah kurang untung. Jika Anda salah pilih lokasi maka kenaikan harga properti Anda akan kurang cepat dibandingkan Anda pilih lokasi yang bagus. Jadi, para perempuan, beranilah mengambil keputusan karena tidak ada kata salah di dunia properti.
  2. Suka shopping
    Jika perempuan shopping, dia akan rela menghabiskan waktu satu harian untuk keluar masuk toko hanya untuk mendapatkan harga lebih murah dari barang yang ingin dibelinya. Sifat ini jarang dimiliki kaum laki-laki yang maunya praktis. Jika karakter ini dibawa oleh perempuan ke dunia properti maka para perempuan ini akan mendapatkan properti yang harganya terbaik. Jadi karakter suka shopping para perempuan akan menjadi nilai lebih jika mereka terjun ke dunia properti.
  3. Percaya diri
    Kebanyakan keraguan muncul karena tidak punya pengalaman. Supaya Anda, para perempuan, percaya diri terjun ke dunia properti maka Anda harus action membeli properti sebagai langkah awalnya. Setelah transaksi pertama maka kepercayaan diri akan muncul dan akan dilanjutkan dengan transaksi-transaksi berikutnya.
  4. Mau membaca data
    Kelemahan para perempuan, mereka enggan membaca data. Padahal data sangat penting jika mau sukses di bidang apa pun, termasuk properti. Biasakan Anda setiap pagi membaca berita/informasi tentang properti di surat kabar atau media online. Semakin banyak informasi maka semakin Anda bisa memilih properti yang menguntungkan Anda.
  5. Berpikir membeli properti untuk masa depan anak-anak
    Para perempuan akan lakukan apa pun untuk anak-anaknya. Jika pola pikir perempuan tentang properti adalah untuk masa depan anak-anaknya, supaya anak-anaknya bisa kaya raya di masa depannya maka para perempuan ini akan giat membeli properti. Dan pada akhirnya perempuan-perempuan ini akan menyiapkan keamanan masa depannya bagi dirinya dan anak-anaknya.

Satu hal yang paling membuat para perempuan menderita adalah ketika mereka khawatir tentang ekonomi dan masa depan hidupnya. Dengan terjun ke dunia properti sedini mungkin akan mengubah nasib para perempuan menjadi kaya raya sampai masa tua. Ayo para perempuan, mulai investasi properti sekarang juga.

Ikuti Seminar Properti Nathalia Sunaidi dengan tema:

“Bagaimana Menjadi Developer Properti dengan Modal di Bawah Rp 300 Juta”
Hari Sabtu, 17 Januari 2015.
Sesi pagi pkl. 09:00. Sesi siang pkl. 14:00
Di Hotel Jayakarta, Jl. Hayam Wuruk. Jakarta
Gratis. Terbatas hanya untuk 100 peserta.
Daftar via SMS dengan format:
REG#NAMA#EMAIL
Kirim ke 0856 5925 7730

atau daftar online di:

www.TiketSeminarku.com

Press

Hipnoterapis yang Menjadi Pengembang (Liputan Tabloid Rumah bulan Januari 2015)

January 12, 2015

150108_rumah_ap_nat_9c_5x377x272_mmk_profile

Tabloid Rumah memuat artikel tentang profil Nathalia Sunaidi yang merupakan pendatang baru di dunia properti di Indonesia. Nathalia sebelumnya dikenal sebagai ahli hipnoterapi, terapi dengan menggunakan metode hipnotis, yang hingga saat ini masih ditekuninya. Usaha properti yang digelutinya sekarang, menurut Nathalia merupakan mimpi masa kecilnya. Saat bermain dengan teman-temannya, ia kerap kali berhenti di depan rumah besar. Dia lalu bertekad ingin memlliki rumah besar dan ingin membuat banyak orang mampu menjangkaunya.

Saat ini Nathalia tengah mengembangkan apartemen dan kondotel Benoa Bay Sand di atas lahan seluas 2,1 hektar di pulau Bali. Tak hanya itu, awal tahun depan, melalui Samara Dana Properti, Nathalia akan meluncurkan Investor Club, sebuah lembaga yang mengajak siapa pun untuk share di pengembangan proyek properti.

Keberhasilan Nathalia mengembangkan bisnis properti dalam waktu relatif singkat, tentu bukan karena kebetulan. Ia mengaku sebelum terjun di bidang properti, sudah melakukan banyak persiapan sebelumnya. Mulai dari membaca buku-buku biografi orang yang sukses di bidang properti hingga mengikuti pendidikan khusus menjadi pengembang. Nathalia juga tak segan untuk berkonsultasi dan meminta masukan dari pelaku bisnis properti yang telah sukses terlebih dahulu.

Press

Dampak Moratorium, Pasokan Rumah di Bekasi Bisa Anjlok

January 11, 2015

150102_kompas_ap_nat_0c_1x1_mmk_Dampak.Moratorium.Pasokan.Rumah.di.Bekasi.Bisa.Anjlok

Wacana peraturan Pemerintah Kota Bekasi untuk menghentikan pemberian izin kepada pengembang perumahan dengan konsep klaster mulai 2015, menuai kontroversi. Ada yang menanggapi dengan positif, tak sedikit berpendapat negatif. CEO Rotterdam Properti dan Samara Dana Properti, Nathalia Sunaidi, salah satu yang mendukung peraturan tersebut. Dengan adanya peraturan ini, kata Nathalia, akan terseleksi pengembang-pengembang yang serius. Penyebabnya, pengembang yang dipaksa untuk mengeksekusi tanah di atas 2.000 meter persegi berarti membutuhkan kekuatan kapital yang lebih besar. Meski begitu, dengan adanya peraturan ini, maka pembangunan perumahan akan terbatas, padahal masih banyak orang yang membutuhkan rumah.