Batin Yang Gampang Sembuh Solusi Hidup Bahagia

Begini, berapa lama usia hidup manusia? Saya rasa bisa berusia 80 tahun sudah termasuk sangat panjang umur. Bagaimana jika hidup berakhir di usia 40, 50 atau 60 tahun? Bisa setengah umur bahagia sudah bagus. Kebanyakan orang hampir sepanjang hidup tidak bahagia.

Saya menghipnoterapi belasan ribu orang dari berbagai kalangan: klien yang daftar hipnoterapi, teman, saudara, keluarga, teman ibadah, teman di sekolah dulu sampai tetangga. Semuanya pernah atau sedang memiliki kesulitan hidup.

Ketika saya menghipnoterapi klien termasuk diri saya sendiri, kebanyakan akar problem tidak berasal dari satu peristiwa buruk. Biasanya itu sudah komplikasi alias kumpulan peristiwa buruk dan orang yang menyakiti.

Jika hidup memberikan kita beberapa atau banyak peristiwa buruk plus beberapa orang yang bakal melukai batin kita, maka apa rahasia supaya hidup bahagia di usia yang singkat ini?

Solusinya, batin Anda harus bisa gampang sembuh. Peristiwa buruk akan melukai batin, orang jahat bisa menyakiti batin dan banyak hal bisa melukai batin. Jika batin Anda bisa gampang sembuh maka Anda akan siap menghadapi apa pun dalam hidup ini. Dan batin Anda memiliki kemampuan sembuh dengan sangat cepat asal Anda let go. Caranya gimana, Bu Nath? Atas dasar itulah saya belajar hipnoterapi sampai ke Amerika. Saya menemukan hipnoterapi salah satu yang tercepat menyembuhkan batin.

Nathalia Sunaidi, C.Ht

Bangkrut Gegara Kena Cewek. Dikasih Makan Pisang Ambon Terus Ternyata Diguna-Guna

Hari ini naik taksi online dan dapat lagi kisah hidup yang bagus banget. Aneh, driver taksi online suka cerita ke saya. Sampai tiap kali saya turun, driver yang terima kasih, “Terima kasih bu sudah dengarkan saya curhat.” Suami saya bilang lain kali harus bawa kamera untuk nge-vlog. Siap boss!

Tadi dari bank saya order taksi online. Siang tadi panas banget eehh macet pula. Sempurnalah. Saya tuh tidak bisa main hp di mobil, bisa pusing dan mau muntah. Jadi saya suka ajak ngomong drivernya.

Tadi saya mulai dengan, “Pak, tar pulang jam berapa ke rumah?”

Dari pertanyaan itu dimulailah kisah kehidupan driver itu mengalir bak banjir.

Dia cerita dia tidak ngoyo bawa mobil karena pernah hampir mati di RS selama 1 bulan karena kena penyakit komplikasi. Habis makan-makan, mulutnya bengkak, muntah darah hitam. Semua badan bengkak. Hampir mati. Tapi untung bisa hidup lagi. Dia bilang, “Antara saya diguna-guna atau ga, saya ga tau. Dokter cuma bilang komplikasi.”

Dulu dia orang sukses. Punya usaha sendiri. Penghasilan per bulan hampir Rp 50 juta. “Saya kena cewek, bu. Itu awal kehancuran hidup saya.” Kata dia.

Percaya ga percaya, dia bisa jual rumahnya untuk beliin cewek itu mobil. Dia bilang waktu itu dia seperti orang tidak sadar, tidak ingat anak istri. Dia jual semua untuk kasih cewek itu sampai bangkrut. “Yang saya tahu saya terus dikasih makan pisang ambon sama cewek itu. Kata tetua, melalui pisang itu guna-guna masuk ke saya.” Dia bilang.

Sampai suatu momen dia lihat anaknya yang kecil nangis minta bakso tapi tidak punya uang beli, di momen itu dia langsung seperti tersadarkan. Dia lepas dari guna-guna. “Kalau ibu tanya saya berapa duit yang saya sudah kasih ke cewek itu, sumpah saya tidak ingat apa-apa. Kata istri saya selama tahun-tahun itu saya seperti kosong.” Cerita dia.

“Bapak tahu gimana kabar cewek itu sekarang?” Tanya saya.
Si bapak jawab, “Alhamdulilah, hidupnya lebih blangsak dari saya sekarang. Dapat suami pemabuk dan pukulin dia tiap hari. Tuhan Maha Tahu, bu. Dia kena hukuman sekarang.”

Dia lanjutkan, “Saya berterima kasih sama istri saya yang tetap setia sama saya. Saya menyesal luar biasa, bu. Sekarang saya hidup lurus kembali ke istri dan keluarga.”

Ketika dia kena penyakit parah, istrinya tetap rawat dia. Ketika dia tidak sadarkan diri, istrinya telaten gantiin pampers dan membersihkan dirinya.

Suatu malam istrinya mengigau ngomong nama sebuah kota. Lalu dia kerja keras narik taksi online untuk kumpulin duit. Dia bawa istri dan anak-anak ke kota itu. Di kota itu dia cerita dia mati-matian kejar cari duit untuk bawa keluarga ke sana. Istrinya nangis terharu, “Memang saya dari dulu pingin banget liburan ke kota ini.”

Driver taksi online itu berkata ke saya, “Kesabaran berbuah manis, bu. Saya sangat bersyukur akan kesabaran dan kesetiaan istri saya, bu. Saya hutang budi kepadanya.”

Saya menyadari selalu ada kisah di dalam setiap orang. Kisah yang bisa memberi kebijaksanaan bagi yang mendengarnya.

Semoga yang membaca kisah ini, jika seorang suami yang lagi kena godaan cewek lain bisa tersadarkan kembali. Semoga para istri yang suaminya sedang mabok sama cewek lain bisa sabar dan pegangan kuat pada agama. Semoga para pelakor segera sadar, kalau tidak sadar juga tidak apa-apa, nanti hidupnya juga blangsak karena Tuhan Maha Tahu. Semoga sharing ini membawa manfaat.

Nathalia Sunaidi, C.Ht

Bodoh-Bodoh Pinter, Pinter-Pinter Bodoh

“Gila lu pinter banget bisa untungin dia gede banget.”
“Keren lu, pinter banget bisa bohongin istri/suami tanpa ketauan.”
“Bodoh banget kamu masa kasih harga murah padahal bisa kamu tipu dia.”
“Bodoh kamu, terlalu baik sama orang.”

Saya akan memilih menjadi orang bodoh jika menjadi orang pinter diartikan harus merugikan atau menjahati pihak lainnya.

Tapi apakah Anda percaya bahwa apapun yang Anda lakukan ke orang lain sesungguhnya sedang Anda lakukan ke diri Anda sendiri?

Waktu itu klien saya usia pertengahan baya, tiba-tiba dia sering mengalami serangan perasaan ketakutan tanpa dia tahu penyebabnya. Padahal dia sangat pemberani. Waktu saya hipnoterapi, penyebab yang muncul kejadian di masa mudanya ketika dia bisnis kayu dan sering menipu orang desa untuk keuntungan yang lebih tinggi. Rasa bersalahnya menumpuk dan ketika usia bertambah, rasa itu menjadi perasaan buruk seolah menghukum dia.

Bapak usia senja dibawa anaknya karena belakangan susah tidur dan mimpi buruk. Ketika dihipnoterapi penyebabnya dia sering marahin istri dan anaknya. Sepertinya itu menjadi penyesalan dan muncul di usia tuanya.

Saya banyak menghipnoterapi orang-orang menjelang kematian, entah karena terminal disease atau usia tua. Sangat aneh, semua kesalahan-kesalahan masa lalu mereka muncul seperti banjiran memori dan menyiksa mereka. Karena itu mereka ke hipnoterapis untuk mengatasinya.

Untuk klien dengan terminal disease seperti kanker stadium tinggi atau penyakit mematikan lainnya, untuk memunculkan ketenangan dan mengurangi rasa sakit yang setiap saat mereka rasakan, saya menggunakan teknik regresi mengantar mereka ke momen bahagia hidupnya. Anehnya momen bahagia yang muncul kebanyakan momen ketika mereka disayang orang tercinta, ketika mereka melakukan kebaikan seperti sering menolong orang kesusahan. Hampir tidak ada momen bahagia adalah ketika menipu atau membohongi orang lain.

Semoga sharing ini menggelitik pikiran Anda tentang apa yang bermanfaat atau tidak membawa manfaat dalam hidup ini. Semoga kita bukan menjadi orang bodoh atau sekedar pintar tapi semoga kita senantiasa menjadi orang yang semakin bijaksana.

Nathalia Sunaidi, C.Ht

Istri Meninggal lalu Anak Meninggal. Beratnya Cobaan Hidup

Semalam saya naik taksi online, kita keluar di pintu tol yang macet karena ngikutin maps. Padahal ada pintu tol satu lagi yang tidak macet.

Nasi sudah jadi bubur. Beneran macet abisss. Hebatnya sopir ini komen sambil ketawa ke saya, “Ambil positipnya aja bu. Mungkin ibu jadi bisa beli makanan, nih banyak makanan.”

Terus dia lanjut, “Tadi saya juga kejebak macet gara-gara penumpang ngotot harus lewat jalan itu padahal di map warna merah. 30 menit saya kejebak. Hehe.”

Saya kagum sama drivernya kenapa reaksinya tidak emosi malah dibuat ketawa.

Saya tanya dia, “Istri sama anak di mana, pak?”

Dia cerita kisah hidupnya. Istrinya meninggal saat melahirkan anak pertamanya. Saat itu dia orangnya emosional, dia maki-maki bidan, dokter dan semua orang. Dia sangat marah. Anaknya yang bayi dia bawa pulang diurus oleh baby sitter. Tiap hari dia sibuk kerja mencari nafkah. Beberapa bulan kemudian, anak bayinya juga meninggal mendadak. Dia bilang ke saya, “Ibu ga tau rasanya jadi saya. Istri baru meninggal terus anak saya ikut meninggal. Pedih luar biasa.”

Dari mendengar kisah hidupnya, saya jadi mengerti mengapa sekarang dia sudah bisa sabar di jalanan. Cobaan telah menempa dan mengubah dia.

Semoga segala penderitaan dan cobaan yang Anda alami saat ini akan mengubah Anda menjadi seseorang yang lebih baik, lebih lembut dan lebih penuh kasih sayang.