Istri Meninggal lalu Anak Meninggal. Beratnya Cobaan Hidup

Semalam saya naik taksi online, kita keluar di pintu tol yang macet karena ngikutin maps. Padahal ada pintu tol satu lagi yang tidak macet.

Nasi sudah jadi bubur. Beneran macet abisss. Hebatnya sopir ini komen sambil ketawa ke saya, “Ambil positipnya aja bu. Mungkin ibu jadi bisa beli makanan, nih banyak makanan.”

Terus dia lanjut, “Tadi saya juga kejebak macet gara-gara penumpang ngotot harus lewat jalan itu padahal di map warna merah. 30 menit saya kejebak. Hehe.”

Saya kagum sama drivernya kenapa reaksinya tidak emosi malah dibuat ketawa.

Saya tanya dia, “Istri sama anak di mana, pak?”

Dia cerita kisah hidupnya. Istrinya meninggal saat melahirkan anak pertamanya. Saat itu dia orangnya emosional, dia maki-maki bidan, dokter dan semua orang. Dia sangat marah. Anaknya yang bayi dia bawa pulang diurus oleh baby sitter. Tiap hari dia sibuk kerja mencari nafkah. Beberapa bulan kemudian, anak bayinya juga meninggal mendadak. Dia bilang ke saya, “Ibu ga tau rasanya jadi saya. Istri baru meninggal terus anak saya ikut meninggal. Pedih luar biasa.”

Dari mendengar kisah hidupnya, saya jadi mengerti mengapa sekarang dia sudah bisa sabar di jalanan. Cobaan telah menempa dan mengubah dia.

Semoga segala penderitaan dan cobaan yang Anda alami saat ini akan mengubah Anda menjadi seseorang yang lebih baik, lebih lembut dan lebih penuh kasih sayang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *