Bodoh-Bodoh Pinter, Pinter-Pinter Bodoh

“Gila lu pinter banget bisa untungin dia gede banget.”
“Keren lu, pinter banget bisa bohongin istri/suami tanpa ketauan.”
“Bodoh banget kamu masa kasih harga murah padahal bisa kamu tipu dia.”
“Bodoh kamu, terlalu baik sama orang.”

Saya akan memilih menjadi orang bodoh jika menjadi orang pinter diartikan harus merugikan atau menjahati pihak lainnya.

Tapi apakah Anda percaya bahwa apapun yang Anda lakukan ke orang lain sesungguhnya sedang Anda lakukan ke diri Anda sendiri?

Waktu itu klien saya usia pertengahan baya, tiba-tiba dia sering mengalami serangan perasaan ketakutan tanpa dia tahu penyebabnya. Padahal dia sangat pemberani. Waktu saya hipnoterapi, penyebab yang muncul kejadian di masa mudanya ketika dia bisnis kayu dan sering menipu orang desa untuk keuntungan yang lebih tinggi. Rasa bersalahnya menumpuk dan ketika usia bertambah, rasa itu menjadi perasaan buruk seolah menghukum dia.

Bapak usia senja dibawa anaknya karena belakangan susah tidur dan mimpi buruk. Ketika dihipnoterapi penyebabnya dia sering marahin istri dan anaknya. Sepertinya itu menjadi penyesalan dan muncul di usia tuanya.

Saya banyak menghipnoterapi orang-orang menjelang kematian, entah karena terminal disease atau usia tua. Sangat aneh, semua kesalahan-kesalahan masa lalu mereka muncul seperti banjiran memori dan menyiksa mereka. Karena itu mereka ke hipnoterapis untuk mengatasinya.

Untuk klien dengan terminal disease seperti kanker stadium tinggi atau penyakit mematikan lainnya, untuk memunculkan ketenangan dan mengurangi rasa sakit yang setiap saat mereka rasakan, saya menggunakan teknik regresi mengantar mereka ke momen bahagia hidupnya. Anehnya momen bahagia yang muncul kebanyakan momen ketika mereka disayang orang tercinta, ketika mereka melakukan kebaikan seperti sering menolong orang kesusahan. Hampir tidak ada momen bahagia adalah ketika menipu atau membohongi orang lain.

Semoga sharing ini menggelitik pikiran Anda tentang apa yang bermanfaat atau tidak membawa manfaat dalam hidup ini. Semoga kita bukan menjadi orang bodoh atau sekedar pintar tapi semoga kita senantiasa menjadi orang yang semakin bijaksana.

Nathalia Sunaidi, C.Ht

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *