Kisah Nyata Tentang Sepotong Roti Ini Bisa Membuat Anda Gemar Berbuat Baik

Saya dulu kekurangan. Waktu saya kerja jadi guru TK di Pluit saya benar-benar pas-pasan. Setiap hari di dompet cuma punya Rp 5.000,-. Kalau beli soto di seberang sekolah supaya hemat beli kuahnya doank. Iya benar-benar miris begitu.

Waktu perayaan Imlek ada orang tua murid kasih saya angpao Rp 50.000,- karena suka cara saya mengajar anaknya. Di sekolah saya termasuk guru favorit karena lucu dan sayang anak.

Ketika terima angpao Rp 50.000,- hati saya berdegub kencang saking bahagia. Uang itu besar banget bagi saya. Langsung terpikir bisa berhari-hari makan enak. Hati saya berbunga-bunga. Di situ saya menyadari betapa nikmatnya jika kita diberi. Sejak saat itu saya bertekad jika saya sukses, saya mau banyak memberi karena begitu nikmatnya diberi.

Lalu ada orang tua murid kasih saya sekotak roti Bread Talk. Waktu itu saya belum pernah beli roti mahal karena tidak punya duit. Belinya roti di warung.

Waktu saya gigit roti itu, lidah saya rasanya langsung loncat. Enakkk bangeeettt rotinya. Empuuukk guriihh nikmaatt. Saya tanya rekan guru ini roti harganya berapa kok bisa enak banget. Dia jawab bisa Rp 10.000,- satunya. Wahh roti mahall ini.

Saya dikasih 5 roti. 1 saya makan, 2 mau saya kasih mami papi. Sisanya saya mau kasih anak jalanan di bawah jembatan layang Slipi.

Pas saya turun bus mau lanjut naik mikrolet saya harus jalan kaki lewati kolong jembatan layang Slipi. Saya panggil beberapa anak jalanan terus saya kasih rotinya. Dari belakang saya liatin mereka.
Pas mereka gigit rotinya, satu anak langsung teriak “Enakk bangett”. Dalam hati saya langsung bilang “Shock kan seperti saya saking enaknya.”

Di situ saya menyadari jika memberi kepada sesama, berikanlah barang yang baik dan bagus. Karena akan menciptakan momen tak terlupakan bagi mereka. Seperti saya dan anak-anak jalanan itu yang shock pertama kali makan roti enak dan mahal bagi ukuran kantong kami.

Selamat memberi kebahagiaan & pengalaman indah kepada sesama dengan sering-sering kita berbuat baik. Itu yang membuat hidup kita lebih bermakna & indah.

Semoga sharing kisah nyata hidup saya ini membawa manfaat.

*Ket foto: Ibu Nathalia aktif di berbagai kegiatan sosial yang membantu orang yang kesusahan dan pembangunan tempat-tempat ibadah, salah satunya beliau menjadi founder di Yayasan Dana Everyday.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *