Pelatihan hipnoterapi 100 jam

Magnet Diri

Cerita ini bukan rekaan tetapi adalah pengalaman spiritual yang saya alami sendiri.

Saat itu hari libur hari raya idul fitri. Telepon rumah saya berdering di tengah malam, dari seberang telepon memberitahukan kepada saya bahwa salah satu penjaga toko saya telah dibawa kerumah sakit karena ditabrak mobil sedan. Ia dalam keadaan koma, kondisinya agak krisis, patah tulang di beberapa tempat.
Yang memberitahu adalah kakaknya, dan meminta bantuan saya sebagai pemilik dimana adiknya bekerja. Sesegera mungkin saya menuju ke rumah sakit. Saya membantu dengan mendepositkan Rp.5 juta ke rumah sakit tersebut. 

Waktu berjalan.. setelah 2 minggu di rawat dirumah sakit dia belum bangun dari komanya.. malah keluarganya dan saya diberitahu oleh dokter bedah saraf yang terkenal di kota kami yang merawatnya bahwa sebaiknya dia di bawa pulang aja. Segala upaya telah dilakukan ternyata tdk ada perkembangan dan kemajuan, banyaklah berdoa. Seketika itu keluarganya menangis pilu. Dan saya tebawa hanyut dalam suasana pilu. Tak terasa air mata turut mengalir dari sudut mata saya. Saat itu saya telah mendepositkan ke rumah sakit Rp. 30 juta.

Keesok harinya , keluarganya mendatangi saya, menyampaikan tekad keluarga tetap akan memperjuangkan nyawa adiknya. Mereka berencana membawanya berobat ke Penang, Malaysia untuk berobat disana. Rencananya mereka akan berangkat besok pagi. Mereka meminta batuan saya lagi.

Saya bukan orang kaya. Semua usaha saya yang ada saat itu juga bantuan orang lain. Saya deberi kesempatan membuka cabang baru di kota medan, dimodali dan diberi saham kosong untuk memulai usaha ini. Saya mengambil kesempatan ini dengan meninggalkan profesi saya sebagai dokter tamatan Universitas Sumatera Utara. Saat kejadian kecelakaan tersebut, saya sudah membuka usaha lebih kurang 5 tahun. Lumayan perkembangan usaha saya. Dan pada saat kecelekaan itu saya baru terima pembagian laba saham kosong saya untuk pertama kali, sebanyak Rp.80 juta. dan Rp. 30 juta sudah saya pakai untuk bayar deposit rumah sakit.

Tekad keluarga sudah bulat. Dengan atau tanpa saya membantu mereka tetap akan berangkat besok pagi. Mereka telah meminta batuan sama famili dan kawan dekatnya. dengan dana yg belum tentu mencukupi mereka bertekad tetap untuk berangkat. Kekurangan akan diusahakan kemudian.

Pada titik krisis ini. Satu sisi saya mendengarkan sendiri dokter terkenal yg merawatnya menyerah dan meminta keluarganya banyak berdoa. Disisi lain ‘cinta’ keluaraga yang luar biasa telah membulatkan tekad mereka untuk tetap memperjuangkan nyawanya. Timbul konflik dalam diri saya.Pikiran logika mulai menguasai hati saya. “Dokter terkenal saja telah menyerah, jika saya bantu kemudian nyawanya tak tertolong maka sia-sia uang saya. Apa lagi itu uang pembagian laba pertama saya, saya sendiri belum menikmati.”

Salah satu teman terbaik saya menawarkan diri untuk membantu. Ia megusulkan agar memanggil temannya yang mempunyai kemampuan paranormal untuk melihat peluang sembuhnya. Dalam kondisi kacau ini saya menyetujuinya. Maka datanglah teman paranormal ini. Kita undang dia ke rumah sakit langsung melihat korbannya. Setelah melihat ke rumah sakit. ia meminta mengunjungi rumah tempat tingggalnya. Pada saat itu sudah jam 11 malam. Keluar dari rumah ia mengajak kami melihat keatas rumahnya.. ia menunjuk keatas sambil menjelaskan. ” Itu burung gagak hitam sudah berkeliling diatas rumahnya… arwahnya sudah menyeberang ke sana. peluangnya sudah tidak ada !” merinding juga bulu tubuhku melihat burung gagak hitam terbang mengelilingi rumah korban sambil mengeluarkan suara 
kuak..kuak..kuak…

Lengkap sudah usaha saya untuk memperkuat logika bermaksud tidak membantu lagi. Keterangan dokter dan ditambah fenomena yang ditunjukan paranormal cukup sudah memberi makan pikiran saya; membantu akan mensia-sia-kan uang yang saya butuhkan juga. Terjadinya kecelekaan juga di luar jam tugas, seharusnya saya tidak ikut bertangung jawab.Tetapi dari lubuk hati paling dalam tersentuh juga dengan ‘cinta’ keluarganya yang luar biasa. Mereka bersedia mengkorbankan semua harta yang mereka miliki untuk memperjuangkan adiknya bahkan dengan berhutang !

Malam itu perang bathin yang luar biasa terjadi dalam diri saya. Saya tak bisa tidur. Saya mencoba duduk bersila diatas tempat tidur untuk menenangkan pikiran. Bebrerapa menit kemudian tiba-tiba terjadi dialaog internal yang luar biasa.

“perhatikan kawan ! Ambillah secarik kertas putih. Taruhlah sebuah magnet kecil dibawah kertas tersebut. Kemudian taburlah serbuk besi diatas kertas putih. Perhatikan..hanya sedikit serbuk besi yang melengket susuai daya magnet yang kecil. Sisanya tidak lengket dan pada jatuh…!”

“Demikianlah dalam kehidupan sehari-hari, dapat kita melihat masih banyak yang hidup dengan bekerja keras tetapi kadang mereka tetap miskin dan tidak kaya. Malah jika suatu kesempatan mereka mendapat uang yang banyak ia tidak akan dapat mengelolanya…alias tidak lengket ke tubuhnya karena magnet dirinya kecil. malah uang yang datang tiba-tiba dapat mencelakan dirinya.Dengan uang rezeki nomplok mereka berfoya-foya. Istri satu belum terurus kepingin tambah lagi.Akhirnya kehidupannya berantakan, jatuh lebih parah dari sebelumnya.”

“Dan sekarang ambillah magnet besar dan taburkan serbuk besi diatas kertas. Lihatlah serbuk besi yang lengket sungguh banyak. Ibarat magnet besar tersebut adalah kamu. Sekarang ada orang lain yang mengambil serbuk besi yang lengket di magnet besar tersebut. Apakah kamu kehilangan serbuk besinya ?. Saya menjawab ; ya, saya kehilangan serbuk besi tersebut !’ Setelah kehilangan serbuk besi tersebut sekarang kamu goyangkan ke sekililing dan magnet kamu penuh lagi dengan serbuk besi !”

” Kamu sekarang hadir didunia ini telah dikarunia “magnet diri” yang besar karena karmamu. Kamu telah memiliki ‘magnet diri’ yang besar untuk menarik ‘materi ‘, lengket ke tubuhmu. Apa yang kamu takutkan lagi ? Demikianlah magnet besar yang kehilangan serbuk besi. Ia kehilangan serbuk besi yang merupakan dimensi ‘materi” tetapi daya magnet berupa dimensi energi magnetnya tidak pernah hilang atau terambil oleh orang lain. Maka kamu yang dengan’ Magnet diri’ yang besar, dimensi materi (uang) yang terambil tidak menyebabkan dimensi energi magnet dirimu hilang !, Ia milikmu seutuhnya. Dengan niat dan kehendakmu yang tulus, alam berkewajiban mengisi kembali daya magnetmu. Karena itu milikmu, hasil tabungan perbuatanmu !. Dengan mengunakan ‘materi’ untuk perbuatan baik dengan membantu orang lain justru akan membuat ‘magnet diri’ makin besar” 

“Demikian mereka yang ‘magnet dirinya’ besar, terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang mereka lakukan selalu membawa rejeki. Sehingga timbul kesan mereka di kejar-kejar uang. Sungguh disayangkan bagi mereka yang ‘magnet dirinya’ telah besar,dalam kehidupan sekarang mensia-siakan semua anugrah yang ia dapat, mengunakan hanya untuk kesenangan dunia. Tidak memanfaatkan bekal ini untuk mencari kesempurnaan dirinya. Malah diantara mereka yang bermagnet besar tersesat dalam dunia materi, menghalalkan segara cara untuk mengisi daya magnetnya yang besar.dan ini secara awam nampak seolah perbuatan yang tidak benar tetapi bisa mendapatkan kekayaan. Dan memang demikian keadilan alam bekerja! Mereka yang telah memiliki daya magnet besar, sebagai tabungan karma sebelumnya. walaupun perbuatan sekarang tidak benar alam tetap akan mengisi daya magnetnya untuk memenuhi kepastian hukum karma sendiri. Tetapi sungguh magnet yang telah ada akan tergerus, suatu ketika setelah magnet dirinya mengecil ia akan jatuh miskin . sia-sialah hidupnya yang sekarang yang bermagnet besar.”

Luar biasa ! “Keberadaan” malam itu kembali membimbing saya, Ia yang bersemayam di dalam telah menuntun saya memahami kemuliaan diri saya. Apa yang saya takutkan lagi. Ah.. “materi” telah terlampaui sudah! Rasa takut kehilangan juga telah terlampaui.. terasa terbebaskan dari beban berat.. Ini lah pencerahan ! 

Esoknya, pagi-pagi sekali saya buru-buru mengantarkan sisa Rp.50 juta dari laba pertama saya kepada keluarganya.

3 hari di Penang, Malaysia. Saya mendapat kabar setelah mereka mengoperasi dan membersihkan luka-lukanya. dokter sana juga menganjurkan keluarganya membawa pulang. keluarga dan saya saat itu menafsirkan ini suatu petanda tidak baik. Karena sampai seminggu kemudian ia belum juga bangun dari komanya. Akhirnya keluarganya pasrah menbawanya dan dirawat di rumah dalam kondisi masih koma.

Sungguh Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Setelah di rawat di rumah secara perlahan terjadi kemajuan yang luar biasa. Akhirnya ia bangun dari komanya dan berangsur-angsur sembuh walaupun lambat. Dan sekarang ia telah kembali bekerja kembali dengan saya walaupun masih ada sisa-sisa berupa cacat beberapa fungsi tubuh. Tetapi ia telah hidup mandiri.

Inilah “pasangan Kejadian”. Melalui kejadian cobaan ini, keluarganya mendapat kesempatan mengalami pelajaran tentang “Kasih” dan “cinta” dan keterkaitan dengan saya.. melalui cobaan ini saya di uji dan hasilnya adalah pencerahan.. terlampaui “materi” dan rasa takut. Sungguh RP.80 juta uang sekolah yang tidak begitu mahal… Sekarang rezeki yang telah terima telah berlipat ganda.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 2 votes)

Filed Under: Artikel Tetap

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.