Masalah Ibu dan Anak

Masalah salah satu klien hipnoterapi hari ini terjebak antara emosi cinta dan benci ke ibunya.

Di sesi hipnoterapi, dia kembali ke masa bayi. Dia usia 3 bulan dipukulin ibunya di paha kanan. Dia (si bayi) menangis kencang banget tapi masih dimarahi ibunya.

Ibunya bisa emosi seperti itu karena kondisi perkawinan yang buruk dengan ayah si bayi. Jadi emosi ibu tinggi dan melampiaskan kepada bayinya.

Anda familiar dengan situasi keluarga seperti itu? Pernikahan yang buruk membuat emosi orang tua tinggi dan melampiaskan kepada anak. Hal ini membuat batin anak terluka. Orang tua sudah melakukan abuse atau kekerasan kepada anak.

Efek kekerasan kepada anak berakibat sangat fatal bagi emosi dan mental anak itu seumur hidup.

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah nyata ini:
– Orang tua jika bertengkar jangan di hadapan anak. Keluar atau ke kamar lain.
– Awal-awal pernikahan bisa jadi berat karena masa berjuang secara ekonomi. Tekanan orang tua muda sangat tinggi. Maka harus lebih banyak berdoa/meditasi/mendekatkan diri dengan agama agar batin lebih damai.
– Jika masih emosi tinggi, jangan pernah lampiaskan ke anak tapi bisa alihkan ke olah raga, jalankan hobi (menyanyi, melukis, dll).
– Jika masih emosi tinggi, disarankan orang tua ke hipnoterapi untuk melepas segala emosi negatif.
– Jika sudah terlanjur orang tua melakukan abuse/kekerasan pada anak-anaknya, jangan khawatir, bawalah anak ke hipnoterapis.

Nathalia Sunaidi, C.Ht

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *