Pelatihan hipnoterapi 100 jam

Metamorphosis-A wisdom from superconscious mind

See beyond where your eyes can see

Feel beyond where your heart can feel

It’s called cracking the nutshell of the mind

Where you can fly beyond your dreams

When you can become a beautiful butterfly

It’s called METAMORPHOSIS…

 

Kata-kata indah itu saya dapatkan dari pelindung spiritual saya ketika saya akses ke superconscious mind—the place for collective wisdom and knowledge of all the ages… 

 

Sore itu saya lagi merasa penat. Jadwal hypnotherapy yang sangat padat, undangan mengisi seminar dan talk show yang berkejar-kejaran, deadline penulisan tiga buku dan tumpukan buku-buku dan video hypnotherapy yang harus dipelajari. Di hati tercetus pertanyaan, “Why me have to do these dozens of things? Can I stop for a while?” Di momen itu diri saya mogok untuk melakukan aktivitas. Well, when we come to a situation where there are too many things to do, we just stop. Ya, when there are too many things to focus on, you will enter fight flight mode of your mind. You are hypnotized and you just stop and do nothing as result. Dan saya memasuki state tersebut sore itu.

 

“Well, it’s time for wisdom time!” pikir saya. I love entering superconscious mind. Di sana saya bisa bertemu dengan pelindung spiritual untuk meminta nasehat solutif dan mengakses ide-ide kreatif dari universe. Dan saya pikir saya harus konsultasi dengan pelindung spiritual saya tentang situasi ini. Urgent nih!

 

Meeting him is always been a comforting experience. Saya akses superconscious mind saya. Pelindung spiritual saya sedang berdiri di sebuah pemandangan alam yang dashyat indahnya. He always know my coming without me have to say a word. Dia katakan ke saya, “Lihatlah ke sana. Apa yang kau lihat?” Dia menunjuk ke langit di tempat itu. “Langit.” jawab saya. “See beyond.” lanjutnya. “Garis matahari di langit.” jawab saya karena memang itulah yang saya lihat di tempat itu. Lalu dia mengatakan kata-kata indah ini:

 

See beyond where your eyes can see

Feel beyond where your heart can feel

It’s called cracking the nutshell of the mind

Where you can fly beyond your dreams

When you can become a beautiful butterfly

It’s called METAMORPHOSIS…

 

Saya tanyakan apa maksudnya. Dia menjawab, 

 

“Kehidupan menyediakan berbagai rintangan, penderitaan dan ketidakpuasan. Tujuannya agar kau mau memecahkan cangkang pikiranmu. Tanpa penderitaan kau akan nyaman berada di dalam nutshell pikiranmu. Kau tidak akan bertumbuh. Kau akan terkungkung.”

 

Dia menjelaskannya sambil memunculkan gambar cangkang bulat di mana didalamnya terdapat manusia yang sedang meringkuk. Cangkang itu terlihat sempit dan kecil dibandingkan pemandangan alam yang luas dan indah.

 

“Jika di dalam cangkang itu tidak terdapat penderitaan, manusia akan terus tinggal didalamnya tanpa mau bertumbuh. Sedangkan dunia begitu luas. Begitu banyak yang perlu dipelajari untuk mencapai kesempurnaan. Kesempurnaan di mana manusia terlepas sepenuhnya dari cangkang-cangkang belenggu pikiran. Dan menyatu dengan kebijaksanaan itu sendiri.

 

Ke mana pun kau pergi, tetap kau akan menghadapi penderitaan itu. No place to hide. Penderitaan adalah bagian dari kehidupan itu sendiri. Suffering is for cracking the nutshell of the mind.”

 

Lihatlah ke sana.” katanya sambil menunjuk langit yang sama. Tapi kali ini langitnya telah gelap. “Langit yang gelap.” jawab saya. 

 

“Malam tiba. Malam adalah kematian. Kau yang berada di sini dan memandang malam adalah kau di dalam cangkangmu. Esok hari matahari akan terbit lagi. Kelahiran akan datang. Jika kau tidak tidak memecahkan dan keluar dari cangkangmu, kau akan terus merasakan matahari terbit dan malam tiba tanpa perubahan—tetap di dalam cangkang sempit yang sama. Banyak kesadaran yang tidak mau bertumbuh. Mereka mengalami kelahiran dan kematian tapi tanpa bertumbuh dalam kebijaksanaan. Penderitaan yang sedang kau rasakan berikut dengan rasa ketidakpuasan yang kau hadapi adalah media supaya kau terus bertumbuh. Kau sedang didesak untuk bisa memecahkan cangkangmu—belajar untuk memahami kebijaksanaan lebih luas lagi. Without suffering there’s no wisdom.”

 

Pertanyaan tentang kebahagiaan dan pembebasan diri selalu menjadi big issue dalam hidup saya. Selama ini banyak dream yang telah saya raih. Saya sedang menjalankan misi hidup saya. Dream saya satu-persatu menjadi kenyataan. Namun tetap saja saya masih merasakan penderitaan—not satisfying. 

 

Ternyata memang seperti itulah sifat kehidupan. Penderitaan adalah media metamorphosis. Setiap penderitaan dan ketidakpuasan yang muncul akan membuat kita mau memecahkan cangkang ini—kita akan bermetamorphosis menjadi kesadaran yang lebih tinggi. Sampai akhirnya kita menyadari bahwa tidak ada bentuk dan materi yang sungguh-sungguh bisa memuaskan. Di momen itulah kita akan melepaskan cangkang ego kita. Kita melepaskan diri dan dunia. At that moment, journey has ended. No more suffering. We reach the highest goal. The metamorphosis has completed!  

 

Sore itu saya belajar tentang menghadapi penderitaan dan ketidakpuasan di dalam diri saya. Setelah akses superconscious mind, saya langsung melanjutkan menulis buku ketiga saya sampai subuh. Dan saya menulis artikel ini.

 

Without suffering, we hesitate to change. Suffering makes us grow. Penderitaan mendorong kita untuk bermetamorphosis!


VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +4 (from 4 votes)

Filed Under: Catatan Nathalia SunaidiFeaturedHipnosis dan Hipnoterapi

Tags:

About the Author:

RSSComments (4)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. Yusman Darwin says:

    Saya penasaran, bagaimana caranya mengakses superconscious mind dan bertemu pelindung spiritual ya?

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  2. Oki says:

    iya tuh, mba Nath emang bikin banyak orang penasaran. Arikelnya emang “dalem banget” sehingga bagi kita orang awam kayanya harus bener nyimak apa yg disampaikan mba Nath.

    pertama, ini kaitannya kalo ngga salah dengan self hypnosis, tetapi kalo gunakan self hypnosis biasanya sih turun ke “sub”concious mind bukannya naik ke”super” concious mind. lha kok?

    kedua, dalam self hypnosis biasanya kita jalankan part teraphy yg condongnya ke ego state theraphy, disini biasanya kita ketemu sifat-sifat yg jahat dalam nurani kita. Lha kalo samapai ketemu Malaikat Pelindung itu bagamaina ya caranya?

    udah deh, mudah-mudahan mba Nath berkenan menulis artikel yang lebih “membumi” utk kita-kita yang awam ini. semoga.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Victor Alx says:

    Tulisan yang menarik dan bagus, Bu.
    Penderitaan akan mengembangkan wisdom.
    Tapi mau tanya.
    Pelindung spritual itu apa?
    Apa itu hanya fiksi aja? Kenyataannya, pelindung spiritual yang paling sejati adalah wisdom kita sendiri.
    Bukan begitu, Bu?

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. admin says:

    hi,

    pelindung spiritual ada 2 pandangan ada yang menganggap itu nyata seperti angel, dewa atau apapun anda menyebutnya dan ada juga yang berpandangan itu hanya kebijaksanaan kita seendir, jadi apakah pelindung spiritual itu? semua tergantung belief anda :)

    http://www.nathaliainstitute.com

    UA:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UA:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.