<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nathalia Sunaidi &#62;&#62; Hipnotis &#38; Hipnoterapis &#187; jika</title>
	<atom:link href="http://nathaliasunaidi.com/tag/Jika%20Tidak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nathaliasunaidi.com</link>
	<description>Hipnosis&#124;Hipnoterapi&#124;NLP&#124;EFT</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Dec 2009 19:01:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>EFEK “JEMBATAN”, SEBUAH FAKTOR KESUKSESAN</title>
		<link>http://nathaliasunaidi.com/efek-%e2%80%9cjembatan%e2%80%9d-sebuah-faktor-kesuksesan/</link>
		<comments>http://nathaliasunaidi.com/efek-%e2%80%9cjembatan%e2%80%9d-sebuah-faktor-kesuksesan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 16:33:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Tetap]]></category>
		<category><![CDATA[Ada]]></category>
		<category><![CDATA[adalah]]></category>
		<category><![CDATA[ajak]]></category>
		<category><![CDATA[akan]]></category>
		<category><![CDATA[aksara]]></category>
		<category><![CDATA[bahwa]]></category>
		<category><![CDATA[banyak orang]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[definisi kreativitas]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[efek]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[jika]]></category>
		<category><![CDATA[john barth]]></category>
		<category><![CDATA[kaizen]]></category>
		<category><![CDATA[kanan]]></category>
		<category><![CDATA[Karena]]></category>
		<category><![CDATA[kiri]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[nampak]]></category>
		<category><![CDATA[namun]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[pada]]></category>
		<category><![CDATA[paulo freire]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<category><![CDATA[proses pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[sebuah]]></category>
		<category><![CDATA[sering]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>
		<category><![CDATA[tidak]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nathaliasunaidi.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[“&#8230;tantangan yang sesungguhnya adalah  mengerjakan sesuatu yang belum diketahui,  karena ‘seorang tolol pun bisa mengajarkan  apa yang sudah dia ketahui!’” (John Barth, dalam The Sot-Weed Factor)
Pernahkah Anda berusaha keras demi tujuan tertentu? Entah melakukan tugas dalam pekerjaan ataupun juga upaya agar sukses dalam hidup. Setiap orang tentu ingin hidup sesuai dengan apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>“&#8230;tantangan yang sesungguhnya adalah  mengerjakan sesuatu yang belum diketahui,  karena ‘seorang tolol pun bisa mengajarkan  apa yang sudah dia ketahui!’” (John Barth, dalam The Sot-Weed Factor)</em></p>
<p>Pernahkah Anda berusaha keras demi tujuan tertentu? Entah melakukan tugas dalam pekerjaan ataupun juga upaya agar sukses dalam hidup. Setiap orang tentu ingin hidup sesuai dengan apa yang telah direncanakan bukan? Sering kita dengar bahwa kerja keras adalah syarat utamanya. Namun ada sebuah faktor lain yang perlu kita perhatikan. Faktor itu adalah efek “jembatan”.</p>
<p>Sebelum mengetahui apa itu efek “jembatan”, saya ingin ajak Anda memahami proses belajar, karena dua hal ini berkaitan.</p>
<p>Jika kita menggali lebih dalam arti belajar, kita akan semakin memahami bahwa belajar itu memiliki arti kreatif dalam pola-pola tertentu. Seperti yang sering diingatkan Paulo Freire, “Belajar bukanlah mengkonsumsi ide, namun menciptakan dan terus menciptakan ide”. Proses pembelajaran mengarah pada keunikan dan penemuan pada hal-hal baru. Artinya, belajar itu sendiri adalah aktivitas yang kreatif.</p>
<p>Ada banyak definisi kreativitas, namun saya lebih suka memahami kreativitas secara praktis yaitu sebagai upaya pemecahan masalah (problem solving). Kreatif yang sekedar bentuk imajinasi tanpa memberi manfaat adalah kreativitas yang belum tuntas. Kreatif mesti mengarah pada pemecahan masalah. Namun sering juga istilah “masalah” dipahami secara negatif, sehingga membuat banyak orang menghindarinya. Kita boleh merasa tidak punya masalah, tapi itu bukan berarti bahwa masalah itu tidak ada. Manajeman Jepang menjelaskannya dalam sebuah frase “Kaizen”, yang terdiri dari aksara “kai” artinya perubahan, dan “zen” yang artinya baik. Filosofi Jepang melihat segalanya sebagai proses. Maksudnya, sesuatu itu hanya akan menjadi masalah, jika kita tidak mengenalnya yang, pada akhirnya, akan membuat keadaan semakin tidak teratasi. Nampak bahwa kreativitas, perbaikan, pemahaman, adalah istilah-istilah yang memiliki pengertian yang sama dan mengarah pada proses pembelajaran untuk memecahkan suatu masalah.</p>
<p>Dalam psikologi kontemporer, kreativitas juga sering dihubungkan dengan sinergi antara otak kanan dan kiri. Keduanya diyakini turut menentukan kesuksesan dalam hidup. Di antara otak kanan dan kiri ini ada sebuah faktor yang perlu kita ketahui, yaitu: efek “jembatan”.</p>
<p>Apa itu efek “jembatan”?</p>
<p>Penjelasan sederhananya adalah seperti ini.</p>
<p>Anda pasti pernah bekerja terlalu keras dan menjumpai masalah yang tidak bisa teratasi saat itu. Ketegangan dan kelelahan membuat pikiran tumpul, namun pada saat Anda tenang, pemecahan masalah akan muncul begitu saja. Hal itu sering terjadi ketika Anda memutuskan istirahat sejenak  atau memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan besok paginya. Ketika pikiran lebih fresh, masalah itu ternyata bisa teratasi dengan mudahnya dan hampir tidak membutuhkan usaha yang ekstra.</p>
<p>Dr. Bruce Goldberg menyebutkan bahwa kreativitas adalah fungsi otak kanan yang muncul dari pikiran bawah sadar. Karena berkaitan dengan bawah sadar, maka kreativitas itu sebenarnya tidak bisa dipaksakan bahkan juga direncanakan. Cetusan ide akan muncul dengan sendirinya ketika pikiran berada dalam kondisi yang tepat, yaitu pada saat pikiran tenang.</p>
<p>Dalam pikiran tenang itu, ada sebuah faktor yang membuat sebuah kreativitas itu bisa diwujudkan dalam suatu bentuk yang lebih bermanfaat. Inilah tambahan yang jarang dibahas dalam buku-buku psikologi pada umumnya. Saya mendapatkannya justru dalam buku psikologi anak, berjudul How to Bring Out Your Child’s Genius injust Ten Minutes a Day karya Pamela Hickein. Hickein menyinggung tentang Efek “Jembatan” (the “bridging” effect). Efek ini sesuai namanya berfungsi sebagai jembatan antara otak kanan dan kiri. Tanpa ada jembatan, maka imajinasi hanya sekedar imajinasi yang tidak bermanfaat. Beberapa pendidik meyakini bahwa Albert Einstein tidak mengalami efek “jembatan” hingga umur sembilan tahun. Namun belakangan kita tahu bahwa kemampuan otak kanan dan kiri yang terhubungan oleh faktor jembatan ini membuat Einstein menemukan teori relativitas.</p>
<p>Kreativitas bukan hanya berurusan dengan otak kanan yang terpisah dan tidak melibatkan fungsi otak kiri. Tony Buzan pernah menulis, “Kreativitas melibatkan penggunaan keterampilan mental otak kiri dan kanan&#8230;” Ide yang muncul dalam keadaan tenang segera ditanggapi oleh pemahaman akal yang ada pada otak kiri dan menjadi solusi dan penemuan yang menakjubkan. Otak kanan membutuhkan data dan proses pembelajaran logika dari Otak kiri.</p>
<p>Sebagai contoh, Anda bisa ingat kembali kisah Bill Gates muda yang sedang membaca majalah Popular Electronics pada Januari 1975 yang memuat laporan utama tentang mikrokomputer Altair 88000. Tiba-tiba saja terbersit sebuah visi bisnis yang akan menjadi tren di masa mendatang. Rupanya Bill Gates dan sahabatnya, Paul Allen, telah menantikan penggunaan PC yang membutuhkan sistem operasi komputer. Tanpa dukungan pembelajaran otak kiri sebelumnya mustahil Bill Gates memahami visi itu. Orang yang tidak didukung pengetahuan sebelumnya tentu hanya akan melihat Popular Electronics, sekedar informasi belaka tanpa ada tindak lanjut yang berarti.</p>
<p>Ada juga sebuah contoh lain, yaitu ketika Newton terilhami oleh jatuhnya buah apel dari pohonnya sebelum menemukan teori gravitasi. Tidak semua orang akan memberi respon yang sama ketika kejatuhan buah apel. Buah yang jatuh itu hanyalah pemicu, yang memungkinkan mengolah informasi menjadi suatu bentuk penemuan baru.</p>
<p>Dulu pada waktu psikologi terapan belum berkembang seperti sekarang ini, banyak orang hanya berfokus pada pembelajaran otak kiri. Namun sebaliknya, ketika otak kanan mulai dikenal luas, ada juga sebagian orang yang justru berlebihan dalam memahami otak kanan, sehingga justru melupakan pentingnya otak kiri. Dua pemahaman yang sepihak tentang otak ini tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Otak kanan tanpa otak kiri juga tidak berarti apa-apa. Efek “jembatan” menggarisbawahi pentingnya otak kanan dan kiri yang mampu bersinergi secara alami jika pikiran dalam kondisi tenang.</p>
<p>Dalam kehidupan bisnis maupun profesional yang begitu kompetitif, kreativitas semakin terasa dibutuhkan. Bahkan kreativitas dalam setiap anggota organisasi telah dipahami sebagai salah satu bagian penting dari strategi bisnis organisasi secara umum. Pada zaman sekarang, kreativitas adalah faktor kesuksesan yang tidak terelakkan. Dalam keadaan yang serba tidak pasti, tidak ada satupun acuan “pasti” yang bisa membuat Anda, dan perusahaan tempat Anda berkiprah bisa menjadi sukses. Ketidakpastian dalam hidup harus dilawan dengan ketidakpastian juga, dalam hal ini adalah kreativitas. Seperti apa bentuk kreativitas yang dimaksud ini? Jujur saja, sayapun tidak tahu. Anda akan tahu dengan sendirinya ketika keunikan itu muncul dalam pikiran Anda sendiri. Akan tiba saatnya efek “jembatan” terjadi, asalkan kita terus belajar dan tidak lupa untuk selalu tenang dalam menghadapi apapun. Rahasia kesuksesan bukan hanya kerja keras, tapi juga ketenangan diri yang juga berarti kemampuan menghadapi ketidakpastian dalam hidup.</p>
<div><span style="font-family: 'lucida grande'; line-height: normal; white-space: pre-wrap;"><br />
</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nathaliasunaidi.com/efek-%e2%80%9cjembatan%e2%80%9d-sebuah-faktor-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyembuhkan Indonesia dengan Hipnoterapi</title>
		<link>http://nathaliasunaidi.com/menyembuhkan-indonesia-dengan-hipnoterapi/</link>
		<comments>http://nathaliasunaidi.com/menyembuhkan-indonesia-dengan-hipnoterapi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 05:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Nathalia Sunaidi]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Hipnosis dan Hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[batin]]></category>
		<category><![CDATA[berat]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Di]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[Hal]]></category>
		<category><![CDATA[Hari]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[hypno]]></category>
		<category><![CDATA[hypnotherapist]]></category>
		<category><![CDATA[hypnotherapy]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ini]]></category>
		<category><![CDATA[jika]]></category>
		<category><![CDATA[Kami]]></category>
		<category><![CDATA[Karena]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[kepada]]></category>
		<category><![CDATA[kesedihan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[klien]]></category>
		<category><![CDATA[korban gempa nias]]></category>
		<category><![CDATA[langsung]]></category>
		<category><![CDATA[luar biasa]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[mereka]]></category>
		<category><![CDATA[momen]]></category>
		<category><![CDATA[mulai]]></category>
		<category><![CDATA[namun]]></category>
		<category><![CDATA[Panti]]></category>
		<category><![CDATA[para]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[praktek]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[siapa]]></category>
		<category><![CDATA[terapi]]></category>
		<category><![CDATA[tersebut]]></category>
		<category><![CDATA[tidak]]></category>
		<category><![CDATA[timor timur]]></category>
		<category><![CDATA[Timur]]></category>
		<category><![CDATA[training]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nathaliasunaidi.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya bersama para graduates Becoming Hypnotherpist batch 2 mendatangi Panti Asuhan Chandranaya di Bogor. Saya mendampingi para graduates untuk melakukan praktek hypnotherapy langsung kepada anak-anak di panti.
 
Begitu kami datang, puluhan anak-anak panti yang berusia antara tujuh sampai belasan tahun sudah berkumpul. Saya membuka sesi praktek ini dengan membawakan pre-talk tentang alam bawah sadar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini saya bersama para graduates Becoming Hypnotherpist batch 2 mendatangi Panti Asuhan Chandranaya di Bogor. Saya mendampingi para graduates untuk melakukan praktek hypnotherapy langsung kepada anak-anak di panti.</p>
<p> </p>
<p>Begitu kami datang, puluhan anak-anak panti yang berusia antara tujuh sampai belasan tahun sudah berkumpul. Saya membuka sesi praktek ini dengan membawakan pre-talk tentang alam bawah sadar. Tentang bagaimana alam bawah sadar berisi memori-memori, pengalaman hidup, mulai dari janin sampai sekarang. Di dalamnya juga tersimpan berbagai emosi yang ter-attach di setiap pengalaman tersebut; luka batin, kesedihan, kekecewaan, ketakutan, dendam, kemarahan, dll. Emosi-emosi negatif tersebut menjadi penghambat keberhasilan dan penyebab rasa tidak bahagia dalam hidup.</p>
<p>Setelah pre-talk, saya bertanya “Siapa sekarang yang mau diterapi untuk melepaskan emosi negatif?” Luar biasa, semua anak mengangkat tangan. Sampai-sampai anak-anak yang masih SD juga angkat tangan.</p>
<p>Saya berikan briefing singkat kepada para graduates yang akan praktek, “Jika kasus ringan pakai saja Hypno-NLP yang saya ajarkan tapi kalau berat pakai Wisdom Therapy – sebuah set hypnotherapy sistematis yang saya ciptakan. Di momen itu kami mengira kami akan mendapatkan kasus-kasus phobia ringan atau meningkatkan kualitas belajar. Namun, setiap sesi terapi adalah kejutan yang tidak pernah terduga. Ternyata di hari ini para graduates mendapatkan kasus-kasus yang berat dan mengharukan. Hampir semua hypnotherapist (para graduates) juga ikut meneteskan air mata saat menterapi anak-anak panti tersebut. Dan luar biasa, para graduates menanganinya dengan tuntas dan excellent!</p>
<p>Kami tidak mengira betapa pilunya penderitaan para anak panti tersebut. Mereka ternyata kebanyakan korban kerusuhan Timor-Timur – di mana mereka melihat langsung pembunuhan keluarga mereka, korban gempa Nias dan banyak yang luka batin karena merasa dibuang oleh orang tua mereka. Cool, pikir saya di dalam hati ketika saya mengetahui kisah para anak panti tersebut dari pengasuhnya. “Ini akan menjadi sesi praktek yang seru dan pengalaman pembelajaran yang berharga untuk para graduates.” Para graduates langsung memasuki ruangan-ruangan yang telah disediakan dan siap menangani klien muda mereka. Ternyata benar, mereka mendapatkan klien-klien dengan abreaction (pelepasan emosi) yang dasyat. Para klien (anak-anak panti) menangis dan berteriak dengan pilu sampai memukul-mukul bantal untuk melepaskan perasaan sedih yang mendalam. Sampai-sampai saya dan para graduates ikutan menangis saat melakukan terapi tersebut. Tidak tahan, tangisan pilu mereka sungguh-sungguh menyayat hati.</p>
<p>Yang lebih menyentuh hati lagi, para anak panti tersebut mengantri menunggu giliran terapi. Begitu yang satunya selesai, dengan cepat mereka langsung memasuki ruangan kamar terapi dan berdiri dengan manis menunggu diterapi. Di momen itu saya sangat terharu, mereka tentunya telah lama menanti momen ini untuk melepaskan kesedihan mereka. Saya bertanya kepada anak-anak panti yang sedang menenunggu giliran terapi, “Kamu kalau ada masalah cerita sama siapa?” “Tidak cerita ke siapa-siapa. Masalah apa pun disimpan di sini (sambil mereka menunjuk hati mereka)” jawab mereka. Kasihan sekali, pikir saya dalam hati.</p>
<p>Hari telah sore jadi kami harus mengakhiri sesi terapi. Masih banyak anak panti yang belum kedapatan giliran terapi. Mereka bertanya kepada saya dan para graduates, “Kalian besok datang lagi, kan?” Kami terharu sekali. Memang besok akan dilanjutkan oleh group graduates lainnya untuk menyelesaikan deretan klien muda kami.</p>
<p>Beberapa orang bertanya kepada saya, “Nath, apa yang membuat kamu rutin mengadakan training becoming hypnotherapist 100 jam?” Saya selalu menjawab, “Saya mau menciptakan banyak hypnotherapist yang melakukan terapi. Indonesia sangat membutuhkan banyak hypnotherapist yang bisa melepaskan luka batin dan permasalahan hidup mereka!” Sedikit sekali para lulusan hypnotherapy yang ada mau atau bisa melakukan terapi. Lebih banyak dari mereka begitu selesai training hypnosis langsung terjun membuat training hypnosis atau hypnotherapy lagi. Mereka mengajarkan orang-orang menjadi hypnotherapist dalam training dua atau tiga hari. Tapi jarang yang benar-benar “jadi” hypnotherapist yang menangani langsung kasus klien. Hal itu membuat saya bertanya-tanya – jika mereka tidak membuka terapi yang menangani antrian klien – bagaimana mereka bisa mengajarkan pengalaman-pengalaman hypnotherapy kepada para muridnya? Jadinya hanya seperti teori yang diteruskan dari mulut ke mulut tanpa adanya pengalaman keberhasilan pribadi. Karena itu saya membuat training becoming hypnotherapist 100 jam di mana saya sharingkan semua pengalaman hypnotherapy saya selama bertahun-tahun dengan ribuan klien. Para graduates becoming hypnotherapist saya persiapkan sungguh-sungguh untuk bisa langsung terjun terapi bahkan di hari kelulusan mereka. Karena di training becoming hypnotherapist isinya adalah 80% praktek langsung dan 20% teori. Saya ajarkan mereka Wisdom Therapy yang saya buat berdasarkan pengalaman terapi ribuan klien, tujuannya supaya mereka bisa dengan mudahnya langsung terjun untuk terapi menggunakan prosedur yang sudah tersistemasi. Dan para graduates batch 1 dan 2 bisa melakukan sesi hypnotherapy untuk menolong klien melepaskan problem mereka dengan mudah seolah sudah sangat alami melampaui imajinasi saya. Excellent!</p>
<p>Hypnotherapy adalah salah satu alat dari berbagai alat yang bisa kita gunakan untuk menolong orang lain. Dalam sebuah sesi menemukan misi hidup dengan peserta training, seorang peserta mengatakan misi hidupnya kali ini adalah untuk menolong banyak orang. Dan hypnotherapy adalah alat untuknya melakukan misi tersebut. Hypnotherapist adalah salah satu profesi yang bisa menolong orang lain. Sebagian murid-murid saya menjadi hypnotherapist sebagai back-up profesi andaikan suatu hari mereka harus keluar dari perusahaannya. Sebagian untuk bisa menolong orang-orang tercinta mereka – istri/suami, anak-anak, keluarga dan sahabat. Ada yang anggota LSM dan organisasi sosial yang menggunakan hypnotherapy untuk menangani para korban kekerasan atau pelecehan. Atau para ibu atau ayah yang mau membesarkan anak-anaknya dengan hypnosis, memasukkan program-program keberhasilan dan melepaskan blok-blok mental para anaknya mulai dari sedini mungkin (saya sebut mereka “Mom/dad the hypnotherapist”). Kebanyakan, mereka ingin menggunakan hypnoterapy sebagai sarana untuk menolong sesama, seperti yang kami lakukan di Panti Asuhan Chandranaya.</p>
<p>Jika ada lagi yang bertanya kepada saya, “Mengapa saya akan terus mendidik orang-orang menjadi hypnotherapist?” Saya akan jawab, “Karena ada banyak anak-anak dan orang-orang yang menunggu untuk diterapi untuk melepaskan luka batin dalam hidup mereka, seperti anak-anak panti yang hari ini kami terapi. Murid saya, yang menjadi koordinator praktek sesi hypnotherapy di panti asuhan Chandranaya , mengatakan banyak antrian panti asuhan yang mengundang kami untuk melakukan terapi pelepasan luka batin anak-anak yatim piatu. Indonesia membutuhkan banyak hypnotherapist!</p>
<p>Dalam obrolan saya dengan Ayah Edy, dia menceritakan bagaimana dia membuat “Strong from Home”. Ayah Edy mengatakan kepada pemilik Smart FM, “Apakah Anda tahu membangun Indonesia? Saya tahu! Mulailah dari rumah.” Itulah alasan dibuat programnya di Smart FM. Maka saya pun menanyakan kepada Anda, “Apakah Anda tahu menyembuhkan Indonesia? Saya tahu! Mulailah dari alam bawah sadar. Lepaskan emosi-emosi negatif; berbagai lukan batin, kepiluan, kebencian, dendam, amarah, sakit hati. Maka Anda telah menyembuhkan sebuah kehidupan yang sangat berharga.” Itulah alasan saya terus belajar menjadi hypnotherapist yang handal dan terus membagikan semua pengetahuan hypnotherapy saya kepada para murid dengan program free life-time resit. Saya ingin mengantarkan orang-orang menjadi hypnotherapist yang melakukan hypnotherapy handal untuk menyembuhkan Indonesia!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nathaliasunaidi.com/menyembuhkan-indonesia-dengan-hipnoterapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
