Tag Archives: Anak

Dampak Pelecehan Seksual Pada Anak & Solusi Hipnoterapi

Belasan tahun saya menjadi hipnoterapis dan sudah menangani belasan ribu klien di berbagai negara. Saya menemukan banyak sekali klien yang mengalami pelecehan seksual pada masa kecilnya. Para korban pelecehan seksual akan bungkam seribu bahasa, tidak pernah cerita pada siapa pun. Sampai suatu saat dampak pelecehan seksual itu muncul menjadi masalah hidupnya, seperti: gangguan seksual ketika menikah, depresi, serangan panik, dll.

Klien kali ini seorang wanita usia 30 tahun lebih. Dia ke klinik hipnoterapi dengan masalah motivasi hidup. Dia tidak ada semangat hidup dan tidak mau bergerak.

Saat proses hipnoterapi dia menemukan pengalaman buruk yang menjadi penyebab problemnya. Dia korban fedofil. Fedofil adalah orang yang melakukan tindakan pelecehan seksual pada anak-anak.

“Teman papa saya melecehkan. Saya disekap. Saya yang masih kecil disuruh melakukan oral, badan saya dipegang-pegang. Kaget. Sedih.”

Dia beberapa kali mengalami pelecehan seksual pada masa kecilnya. Dan dia tidak pernah menceritakannya kepada siapa pun sampai detik ini.

Setelah sesi hipnoterapi, dia melaporkan di sesi berikutnya beban berat di hatinya terlepas. Beban berat yang seumur hidup dia bawa dan membuat dia tidak punya motivasi untuk hidup.

Dampak pelecehan seksual pada anak:
– Gangguan atau kelainan seksual.
– Membenci laki-laki atau perempuan.
– Depresi seumur hidup.
– Gangguan emosi berat.
– Tidak memiliki semangat hidup.
– Tidak bisa percaya orang.
– Gangguan kejiwaan.

Solusi untuk korban pelecehan seksual:
-Trauma healing dengan hipnoterapi.
– Semakin cepat dilakukan hipnoterapi kepada korban maka akan semakin baik.
– Jika korban pelecehan seksual sudah dewasa maka bisa dilakukan terapi regresi untuk kembali ke momen penyebabnya untuk menyembuhkan batinnya.
– Mendekatkan diri kepada agama bisa membuat korban pelecehan seksual bisa memaafkan.

Nathalia Sunaidi, C.Ht

Masalah Ibu dan Anak

Masalah salah satu klien hipnoterapi hari ini terjebak antara emosi cinta dan benci ke ibunya.

Di sesi hipnoterapi, dia kembali ke masa bayi. Dia usia 3 bulan dipukulin ibunya di paha kanan. Dia (si bayi) menangis kencang banget tapi masih dimarahi ibunya.

Ibunya bisa emosi seperti itu karena kondisi perkawinan yang buruk dengan ayah si bayi. Jadi emosi ibu tinggi dan melampiaskan kepada bayinya.

Anda familiar dengan situasi keluarga seperti itu? Pernikahan yang buruk membuat emosi orang tua tinggi dan melampiaskan kepada anak. Hal ini membuat batin anak terluka. Orang tua sudah melakukan abuse atau kekerasan kepada anak.

Efek kekerasan kepada anak berakibat sangat fatal bagi emosi dan mental anak itu seumur hidup.

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah nyata ini:
– Orang tua jika bertengkar jangan di hadapan anak. Keluar atau ke kamar lain.
– Awal-awal pernikahan bisa jadi berat karena masa berjuang secara ekonomi. Tekanan orang tua muda sangat tinggi. Maka harus lebih banyak berdoa/meditasi/mendekatkan diri dengan agama agar batin lebih damai.
– Jika masih emosi tinggi, jangan pernah lampiaskan ke anak tapi bisa alihkan ke olah raga, jalankan hobi (menyanyi, melukis, dll).
– Jika masih emosi tinggi, disarankan orang tua ke hipnoterapi untuk melepas segala emosi negatif.
– Jika sudah terlanjur orang tua melakukan abuse/kekerasan pada anak-anaknya, jangan khawatir, bawalah anak ke hipnoterapis.

Nathalia Sunaidi, C.Ht