Tag Archives: Cinta

Kisah Nyata Penyesalan Suami yang Selingkuh

Terkadang hidup menjadi tidak adil jika dilihat hanya dari satu sisi. Lihatlah dari dua sisi maka Anda bisa menemukan selalu ada penyesalan bagi pelaku ketidakadilan. Itu membuat hidup jadi adil. Dengan menjadi hipnoterapis selama belasan tahun dan telah menghipnoterapi belasan ribu klien, membuat saya bisa melihat kedua sisi kehidupan. Keadilan itu selalu ada.

Kurus, wajah diliputi kesedihan, klien sore itu mendatangi klinik hipnoterapi saya. Lelaki ini mengatakan sudah beberapa bulan ini dia sangat tertekan, tidak tenang, pikiran terus berputar tanpa henti membuat dia tidak bisa fokus bekerja. Batinnya sangat tersiksa. Itu membuat dia daftar sesi hipnoterapi.

Di sesi hipnoterapi ditemukan penyebab semua siksaan batinnya. Yaitu penyesalan mendalam karena telah selingkuh dan menikahi selingkuhannya. Dia menceraikan istrinya yang ternyata baru dia sadari dia sangat mencintainya.

“Saya menyesal. Ternyata saya masih sangat mencintai mantan istri saya. Maafkan saya, dik (panggilannya kepada mantan istrinya). Saya khilaf. Saya sekarang tidak bahagia.” Tangis lelaki itu yang merupakan tangisan penyesalan batinnya.

Perkawinannya dulu baik-baik saja. Sampai suatu saat ada seorang perempuan mendekatinya dan dia berselingkuh. Sampai dia menceraikan istrinya.

Setelah dia menceraikan istrinya, dia baru menyadari betapa baiknya istrinya dulu. Istrinya selalu setia menerima dia dalam kondisi ekonomi apa pun. Betapa dia rindu sosok istrinya yang baik itu.

Dalam sesi hipnoterapi, lelaki ini menangis terisak-isak menyesali hidupnya yang telah dia hancurkan. Rumah tangganya yang dulu baik-baik saja menjadi hancur lebur.

Sesi hipnoterapinya ditutup dengan ucapan bijaksana, “Saya harus fokus bekerja dan mengejar impian saya. Suatu saat saya bisa membayar segalanya kepada mantan istriku.”

Perselingkuhan membawa derita bagi setiap orang yang terlibat: korban, pelaku dan pelakor. Belum lagi anak-anak buah perkawinan tersebut juga akan terkena dampak tekanan batinnya.

Nathalia Sunaidi, C.Ht

Masalah Ibu dan Anak

Masalah salah satu klien hipnoterapi hari ini terjebak antara emosi cinta dan benci ke ibunya.

Di sesi hipnoterapi, dia kembali ke masa bayi. Dia usia 3 bulan dipukulin ibunya di paha kanan. Dia (si bayi) menangis kencang banget tapi masih dimarahi ibunya.

Ibunya bisa emosi seperti itu karena kondisi perkawinan yang buruk dengan ayah si bayi. Jadi emosi ibu tinggi dan melampiaskan kepada bayinya.

Anda familiar dengan situasi keluarga seperti itu? Pernikahan yang buruk membuat emosi orang tua tinggi dan melampiaskan kepada anak. Hal ini membuat batin anak terluka. Orang tua sudah melakukan abuse atau kekerasan kepada anak.

Efek kekerasan kepada anak berakibat sangat fatal bagi emosi dan mental anak itu seumur hidup.

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah nyata ini:
– Orang tua jika bertengkar jangan di hadapan anak. Keluar atau ke kamar lain.
– Awal-awal pernikahan bisa jadi berat karena masa berjuang secara ekonomi. Tekanan orang tua muda sangat tinggi. Maka harus lebih banyak berdoa/meditasi/mendekatkan diri dengan agama agar batin lebih damai.
– Jika masih emosi tinggi, jangan pernah lampiaskan ke anak tapi bisa alihkan ke olah raga, jalankan hobi (menyanyi, melukis, dll).
– Jika masih emosi tinggi, disarankan orang tua ke hipnoterapi untuk melepas segala emosi negatif.
– Jika sudah terlanjur orang tua melakukan abuse/kekerasan pada anak-anaknya, jangan khawatir, bawalah anak ke hipnoterapis.

Nathalia Sunaidi, C.Ht