Hipnoterapi untuk Penyakit Kanker

Daftar Hipnoterapi dengan Nathalia hub. 081380349282

Menurut DSM-IV para pasien yang didiagnosa memiliki penyakit yang mengancam nyawa akan memiliki kriteria “terkena stressor traumatik ekstrem”. Jadi, mengurangi simtom-simtom trauma merupakan tujuan dari perawatan kepada pasien termasuk pasien kanker.

Berbagai riset dilakukan oleh para peneliti di seluruh dunia seperti Fawzy di tahun 1990, Greer di tahun 1989, Spiegel di tahun 1990 dan Siverman di tahun 1990 menunjukkan secara klinis para pasien penyakit kanker akan mengalami simtom-simtom psikologis. Dari riset tersebut para pasien penyakit kanker mengalami kegelisahan, depresi dan pudarnya perasaan bahagia. Classen melakukan riset kepada para pasien penyakit kanker payudara di tahun 2001 dan hasilnya cukup membuat ngeri. 22-50% pasien penyakit kanker mengalami depresi, 3-19% mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) dan 33% mengalami stress yang akut. Dan yang lebih menyedihkan, pada saat para pasien mengalami simtom-simtom tersebut maka di periode itulah penyakit kanker mereka meningkat.

Stress memperpendek umur para pasien penyakit kanker.

Saya tahu kanker telah menjadi momok yang mengerikan bagi banyak orang. Tapi tahukah Anda kalau lebih dari 50% pasien penyakit kanker hidup panjang umur dan meninggal karena hal lain selain penyakit kanker? Saya yakin Anda dan hampir setiap orang tidak mengetahui fakta tersebut. Karena itu setiap orang yang didiagnosa penyakit kanker akan mengharapkan rasa sakit, umur pendek, kematian yang mengerikan dan penderitaan di dalam pikirannya. Mereka akan mengisolasi diri dan mengalami gangguan emosi yang akut. Alhasil, kualitas kehidupan penderita penyakit kanker tersebut menjadi sangat buruk dan tubuhnya hampir tidak mungkin untuk memerangi penyakit kanker tersebut.

Spiegel dan Bloom melakukan riset di tahun 1983 dan hasilnya menyatakan rasa gelisah yang dirasakan oleh pasien penyakit kanker akan mengakibatkan naiknya rasa sakit akibat penyakit kanker. Depresi yang diderita pasien penyakit kanker ternyata memproduksi keluhan-keluhan fisik secara signifikan. Dan efeknya akan memperpendek umur para pasien penyakit kanker itu sendiri.

Stress melemahkan kekebalan tubuh para pasien penyakit kanker.

Seseorang yang didiagnosa menderita penyakit kanker akan mengalami stress yang berkepanjangan. Mengapa bisa demikian? Itu terjadi karena pemicu stressnya adalah penyakit kanker itu sendiri. Belum lagi ditambah dengan efek samping kemoterapi yang membuat mual, kerontokan rambut, hilangnya nafsu makan dan lemah. Semua hal itu akan melemahkan daya tahan tubuh pasien penyakit kanker.

Riset menemukan para pasien penyakit kanker mengalami pemulihan kesehatan fisik dan psikologis dalam tahun pertama. Namun, dua tahun kemudian mereka akan mengalami penurunan kesehatan dan mulai mengalami berbagai gangguan, seperti disfungsi seksual atau ketakutan akan kambuh.

Jika penelitian menemukan para pasien penyakit kanker akan mengalami penurunan kesehatan di tahun ketiga, tapi mengapa ada pasien penyakit kanker yang tetap sehat bahkan di penghujung umurnya dia meninggal karena usia tua dan bukan karena penyakit kanker itu sendiri? Pertanyaan itu mendorong para peneliti untuk melanjutkan penelitian.

Dari penelitian tersebut ditemukan satu hal yang signifikan, yaitu faktor pikiran ternyata sangat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia. Dan bagi pasien penyakit kanker, kekebalan tubuh merupakan bala tentara utama untuk memerangi kankernya.

Sebuah riset sangat menarik dilakukan kepada 392 pasien dengan penyakit parah tapi memiliki seseorang yang menjaganya dengan penuh kasih sayang dan 427 pasien dengan penyakit parah tapi tidak memiliki seseorang yang menjaganya. Ternyata, para pasien yang memiliki pendamping yang menyayanginya memiliki 63% lebih panjang umur dibandingkan para pasien yang tidak memiliki pendamping yang menyayanginya. Ini terjadi karena tingkat kekebalan tubuh para pasien yang dirawat dengan kasih sayang lebih tinggi dibandingkan para pasien yang dirawat tanpa kasih sayang.
Stress yang kronis terbukti menurunkan kekebalan tubuh. Alhasil, tubuh tidak lagi bisa menghadapi antigen seperti virus. Sebuah riset dilakukan di Sydney di tahun 1970-an dan dari riset tersebut ditemukan kesedihan karena kehilangan orang-orang yang dicintai, perceraian, kesepian, pengangguran dan panik saat ujian terbukti menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia.

Hipnoterapi melepaskan stress para pasien penyakit kanker.

Daftar Hipnoterapi dengan Nathalia hub. 081380349282

Hipnoterapi terbukti sangat efektif untuk melepaskan stress bukan hanya kepada pasien penyakit kanker. Riset dilakukan di Australia di tahun 1997 kepada anak-anak sekolah. Dari riset tersebut ditemukan anak-anak yang memiliki tingkat stress yang tinggi ternyata mengalami infeksi pernafasan dan flu yang terus berulang. Kepada anak-anak tersebut dilakukan hipnoterapi untuk melepaskan stress. Hasilnya, terjadi penurunan 50% di jumlah hari sakit anak-anak tersebut.

Hipnoterapi sangat efektif digunakan untuk menimbulkan kembali perasaan bahagia para pasien kanker. Sugesti hipnosis akan sangat membantu mengurangi bahkan memusnahkan efek samping dari kemoterapi. Ditambah lagi hipnoterapi bisa meningkatkan rasa percaya diri dan harapan para pasien kanker.

Hipnosis mengurangi bahkan memusnahkan rasa sakit pada pasien kanker.

Pernahkah Anda membayangkan merasakan sakit terus-menerus selama 24 jam setiap harinya? Bahkan, untuk membayangkannya saja saya yakin Anda tidak mau. Tapi itulah yang sedang dialami oleh sebagian pasien penyakit kanker. Mereka mengalami rasa sakit akibat penyakit kanker itu sepanjang waktu. Dan mereka akan sangat berterima kasih jika ada solusi untuk mengurangi rasa sakit mereka.

Dave Elman, salah seorang pionir hipnosis, memiliki ayah yang menderita penyakit kanker. Ayahnya sepanjang saat mengalami rasa sakit. Bahkan obat medis sudah tidak bisa mengurangi sakitnya. Suatu hari seorang hipnoterapi datang dan membuat rasa sakit ayahnya berkurang. Dave Elman sangat berterima kasih kepada hipnoterapis tersebut sampai-sampai dia berhasrat mempelajari hipnoterapi untuk membantu orang-orang lainnya seperti ayahnya. Akhirnya mimpi Dave Elman terwujud, dia menjadi pengajar hipnoterapi kepada para dokter medis di Amerika.

Riset dilakukan oleh Spiegel tentang penggunaan hipnosis sebagai manajemen nyeri pada pasien penyakit kanker. Para pasien penyakit kanker payudara menjalani hipnoterapi untuk melepaskan rasa sakit setiap minggu selama satu tahun. Hasil riset tersebut mengagumkan! Para pasien penyakit kanker yang menerima hipnoterapi memiliki umur dua kali lebih panjang dibandingkan para pasien yang tidak menerima hipnoterapi.

Hipnoterapi sangat dibutuhkan oleh pasien penyakit kanker:

  • Hipnoterapi sangat efektif mengurangi atau memusnahkan rasa sakit akibat penyakit kanker termasuk rasa mual akibat kemoterapi dan efek obat.
  • Hipnoterapi sangat efektif untuk menumbuhkan perasaan bahagia pada pasien penyakit kanker sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka untuk memerangi kanker itu sendiri.
  • Hipnoterapi efektif untuk membangun rasa percaya akan kesembuhan dan rasa percaya kepada dokter yang merawatnya dan efektivitas obat yang dikonsumsinya.
  • Hipnoterapi efektif untuk melepaskan stress, depresi, ketakutan dan berbagai emosi negatif para pasien penyakit kanker.
  • Visualisasi dan sugesti pada hipnoterapi menciptakan self-healing pada tubuh para pasien penyakit kanker.

Tujuan dari Hipnoterapi untuk penyakit kanker adalah:

  • Melepaskan stress setiap saat dengan kanker sebagai stressornya.
  • Melepaskan kegelisahan tentang apakah bisa selamat.
  • Mengurangi efek samping pengobatan seperti rasa sakit, mual, lemah, rambut rontok dan berubahnya bentuk tubuh melemahkan psikologis pasien.
  • Melepaskan trauma emosional.
  • Mengurangi disfungsi seksual.
  • Meningkatkan percaya diri dan perasaan menarik dalam berhubungan seksual.
  • Melepaskan ketakutan akan kambuh.
  • Kesulitan menerima kenyataan.

Semua problem psikologis di atas akan menurunkan kekebalan tubuh pasien penyakit kanker sehingga tubuhnya tidak mampu untuk memerangi penyakit kanker itu sendiri. Stress yang dialami para pasien penyakit kanker akan mengurangi kapasitas untuk memerangi antigen (seperti virus). Dengan menangani stress pada para pasien kanker akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi infeksi. Riset menemukan perasaan positif pada para pasien penyakit kanker akan mempengaruhi langsung pada peningkatan kesehatan fisik pasien seperti pengurangan efek samping kemoterapi dan radioterapi. Dan di area inilah hipnoterapi mempunyai efek yang kuat. Hipnoterapi bisa mengubah persepsi pasien terhadap penyakitnya, yaitu simtom penyakit kanker menjadi tidak terlalu serius bahkan tidak dirasakan.