<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nathalia Sunaidi &#62;&#62; Hipnotis &#38; Hipnoterapis &#187; ruangan</title>
	<atom:link href="http://nathaliasunaidi.com/tag/ruangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nathaliasunaidi.com</link>
	<description>Hipnosis&#124;Hipnoterapi&#124;NLP&#124;EFT</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Dec 2009 19:01:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Aceh oh Aceh (Hypnotherapy Trauma Healing di negeri serambi Mekkah)</title>
		<link>http://nathaliasunaidi.com/aceh-oh-aceh-hypnotherapy-trauma-healing-di-negeri-serambi-mekkah/</link>
		<comments>http://nathaliasunaidi.com/aceh-oh-aceh-hypnotherapy-trauma-healing-di-negeri-serambi-mekkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 17:53:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Nathalia Sunaidi]]></category>
		<category><![CDATA[Hipnosis dan Hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Ada]]></category>
		<category><![CDATA[Betty]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[dasyat]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Di]]></category>
		<category><![CDATA[dua]]></category>
		<category><![CDATA[habis]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kadang]]></category>
		<category><![CDATA[kail]]></category>
		<category><![CDATA[Karena]]></category>
		<category><![CDATA[katakan]]></category>
		<category><![CDATA[kepedihan]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[lsm]]></category>
		<category><![CDATA[maha]]></category>
		<category><![CDATA[Mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[mereka]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[pasrah]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<category><![CDATA[ruangan]]></category>
		<category><![CDATA[sangat]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<category><![CDATA[semua]]></category>
		<category><![CDATA[Serambi]]></category>
		<category><![CDATA[sesi]]></category>
		<category><![CDATA[terasa]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi]]></category>
		<category><![CDATA[training]]></category>
		<category><![CDATA[Trauma]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<category><![CDATA[ypb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nathaliasunaidi.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Kepergian saya ke Aceh karena diminta oleh LSM Kail dan YPB untuk trauma healing di training leadership masyarakat Aceh. Selama dua hari di Aceh saya mengalami banyak sekali pembelajaran kehidupan. Pembaca, kadang kehidupan bisa memberikan kepedihan yang sangat dasyat. Tujuannya supaya kita dibersihkan dan mengambil hikmah yang merupakan hadiah terbesar dari sebuah perjalanan kehidupan. 
 
 Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;">Kepergian saya ke Aceh karena diminta oleh LSM Kail dan YPB untuk trauma healing di training leadership masyarakat Aceh. Selama dua hari di Aceh saya mengalami banyak sekali pembelajaran kehidupan. Pembaca, kadang kehidupan bisa memberikan kepedihan yang sangat dasyat. Tujuannya supaya kita dibersihkan dan mengambil hikmah yang merupakan hadiah terbesar dari sebuah perjalanan kehidupan. </p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;"> </p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;"><span style="white-space: pre;"> </span>Dalam dua hari sesi saya kepada peserta training di Aceh, saya habis-habisan membimbing mereka untuk melepaskan semua beban dan kepedihan hidup mereka yang teramat dasyat. Hampir dari semua peserta merupakan korban tsunami. Keluarga dekat mereka – istri, anak, orang tua, keluarga dan teman – ada yang meninggal dalam tragedi yang maha dasyat itu. </p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;"> </p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;">Pagi harinya, di airport Jakarta, ada seorang ibu yang menanyakan tujuan saya pergi ke Aceh. Saya katakan kepadanya saya mau trauma healing masyarakat Aceh. Dia bertanya, “Sudah bertahun-tahun berlalu, apa orang Aceh masih trauma?” Pembaca, jawabannya”Ya, mereka masih trauma – bahkan sangat mendalam.”</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;"> </p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;">Dalam sesi hari pertama, saya lakukan Affect Bridging khusus untuk pelepasan trauma. Dasyat! Teriakan dan rintihan tangis kepedihan memenuhi seluruh ruangan training. Seluruh peserta menumpahkan semua trauma yang maha dasyat yang selama ini terpendam di relung hati yang sangat dalam. Ada yang bersimpuh, memukul lantai dan tubuhnya bergetar dasyat menunjukkan ketakutan dan kepedihan yang sangat traumatis. Hampir dua jam mereka menumpahkan semua emosi itu. Setelah semua tangisan mereda – ketika ruangan menjadi hening – lemas dan pasrah memenuhi nuansa seisi ruangan. Kemudian saya lanjutkan dengan Superconcious Mind Tapping – ya, waktunya mereka berdialog dengan Tuhan dalam kepasrahan yang terasa sangat tepat ini. Seketika terdengar lantunan orang-orang mengaji memuliakan nama Tuhan. Begitu indah&#8230; Terdengar bisikan, “Ya, Allah. Saya mengerti. Ya, Allah. Saya paham.” Para peserta training berdialog secara pribadi dengan Allah, Sang Pencipta. Hikmah sedang diberikan dalam kepasrahan batin. Air mata saya pun mengalir – terharu bahagia. Setiap kali saya membimbing orang-orang ke Superconsciuos Mind – terasa sekali nuansa spiritual yang mengharukan nan indah dan saya pun kerap kali menitikkan air mata.</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;"> </p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;"><span style="white-space: pre;"> </span>Hari kedua pun berlanjut. Luar biasa perubahan yang terjadi dengan para peserta. Mereka menjadi berani berbicara dengan percaya diri. Satu hari sebelumnya, mereka bergetar ketika diminta memperkenalkan diri di depan ruangan. Setelah pelepasan trauma, percaya diri mereka meroket. Mereka bisa memimpin games, menyanyi dan menari di depan ruangan. “Hati menjadi lega, bu. Jadi merasa bebas dan berani berekspresi.” ungkap salah seorang pemudi Aceh peserta training.</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;"> </p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;">Namun, perjalanan sesi hypnotherapy masih berlanjut. Di hari kedua ini saya lanjutkan dengan sesi hypnotherapy untuk menyempurnakan Stages of Development di alam bawah sadar mereka. Tubuh mereka bergerak mengikuti bimbingan saya. Tangisan mulai kembali mengisi ruangan. Kepedihan dan peristiwa traumatis si janin, bayi, si kecil dan si dewasa di alam bawah sadar mereka sedang dilepaskan. Dalam kepiluan tangis yang mendalam – dua orang tumbang pingsan. Ibu Betty, seorang psikolog dan juga pendiri Kapeta Foundation – sebuah komunitas pencegah HIV/AIDS, yang juga sebagai salah satu instruktur dalam training di Aceh ini mengatakan, “Kepiluan dan beban yang terlalu berat bisa membuat seseorang hysteria. Dan pingsan adalah salah satu jenis hysteria yang mendalam.” Betapa kekecewaan hidup yang tidak dilepaskan bisa membuat seseorang sangat menderita! </p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;"> </p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;"><span style="white-space: pre;"> </span>Dua hari sesi trauma healing telah selesai. Luar biasa efek kelegaan yang dirasakan oleh para peserta. Wajah mereka ceria dan penuh senyum. Canda dan tawa mengisi seisi ruangan. Bahkan ada seorang peserta yang sudah mulai berani untuk mengungkapkan isi hatinya kepada saya. “Bu, saya suka menulis. Saya mau bisa menjadi penulis seperti ibu.” Terasa sekali mereka tidak lagi terkungkung oleh masa lalu dan mulai bisa menatap masa depan.</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;"> </p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;">Pembaca, luar biasa pengalaman dua hari saya di Aceh. Dari pengalaman tersebut saya langsung merenungkan betapa luar biasanya sumbangsih teman-teman anggota LSM. Jika bukan mereka yang mau turun langsung ke desa-desa untuk mendidik langsung masyarakat Indonesia, siapa lagi yang sanggup melakukannya? Tak dipungkiri, sebagian besar dari kita sepanjang saat berkutat menggapai kesuksesan hidup yang rasanya tidak pernah berujung. Sehingga kadang sampai tidak sempat untuk menengok ke kiri dan kanan untuk membantu saudara-saudara kita yang berada nun jauh di desa-desa Indonesia. Jadi, rasanya sangat pantas kita ucapkan “Salut!” untuk teman-teman anggota LSM di seluruh Indonesia. Teruslah berkarya untuk sesama! </p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;"> </p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Arial;"><span style="white-space: pre;"> </span>By the way, next project LSM Kail adalah membimbing masyarakat pedalaman Papua. Jadi tunggu reportase saya berikutnya dari Papua!</p>
<div><span style="font-family: Arial; line-height: normal;"><br />
</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nathaliasunaidi.com/aceh-oh-aceh-hypnotherapy-trauma-healing-di-negeri-serambi-mekkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
