<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nathalia Sunaidi &#62;&#62; Hipnotis &#38; Hipnoterapis &#187; siapa</title>
	<atom:link href="http://nathaliasunaidi.com/tag/siapa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nathaliasunaidi.com</link>
	<description>Hipnosis&#124;Hipnoterapi&#124;NLP&#124;EFT</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Dec 2009 19:01:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Buku Journey to My Past Lives</title>
		<link>http://nathaliasunaidi.com/buku-journey-to-my-past-lives/</link>
		<comments>http://nathaliasunaidi.com/buku-journey-to-my-past-lives/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 06:08:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[akan]]></category>
		<category><![CDATA[Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Andy]]></category>
		<category><![CDATA[Andy F. Noya]]></category>
		<category><![CDATA[atau]]></category>
		<category><![CDATA[Banyak]]></category>
		<category><![CDATA[banyak orang]]></category>
		<category><![CDATA[belanda]]></category>
		<category><![CDATA[biku]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Colorado]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[dapat]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Hal]]></category>
		<category><![CDATA[Harta Karun]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[ini]]></category>
		<category><![CDATA[jati diri]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kalifornia]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kuat]]></category>
		<category><![CDATA[kulit]]></category>
		<category><![CDATA[laki laki]]></category>
		<category><![CDATA[Lalu]]></category>
		<category><![CDATA[life regression]]></category>
		<category><![CDATA[Nathalia]]></category>
		<category><![CDATA[Nathalia Sunaidi]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[ORANG]]></category>
		<category><![CDATA[percaya]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan]]></category>
		<category><![CDATA[putri]]></category>
		<category><![CDATA[RAFAEL
Apakah]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael
Hypnotherapist]]></category>
		<category><![CDATA[romy rafael]]></category>
		<category><![CDATA[seluruh dunia]]></category>
		<category><![CDATA[siapa]]></category>
		<category><![CDATA[sungguh]]></category>
		<category><![CDATA[tekun]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[tidak]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nathaliasunaidi.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Sadarkah Anda, kehidupan lalu menyimpan harta karun yang tak ternilai? Dengan metode hipnoterapi Anda dapat melakukan perjalanan spiritual dan menyelami misteri reinkarnasi (kehidupan lalu) Anda. Buku ini menyuguhkan kisah-kisah fantastis sebagai hasil perjalanan reinkarnasi penulisnya. Buku ini akan membantu Anda menyelami kehidupan lalu serta menemukan jati diri Anda. Inilah buku yang selama ini Anda cari-cari. Pasti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">Sadarkah Anda, kehidupan lalu menyimpan harta karun yang tak ternilai? Dengan metode hipnoterapi Anda dapat melakukan perjalanan spiritual dan menyelami misteri reinkarnasi (kehidupan lalu) Anda. Buku ini menyuguhkan kisah-kisah fantastis sebagai hasil perjalanan reinkarnasi penulisnya. Buku ini akan membantu Anda menyelami kehidupan lalu serta menemukan jati diri Anda. Inilah buku yang selama ini Anda cari-cari. <strong>Pasti memikat Anda!</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>RINGKASAN ISI BUKU</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">Journey to My Past Lives adalah buku yang berisi 12 kisah hasil penelusuran kehidupan lalu Nathalia Sunaidi, seorang hipnoterapis muda berbakat, dengan menggunakan metode hipnoterapi. Dalam penelusuran tersebut, akhirnya ia mengetahui bahwa dirinya pernah hidup sebagai biku Jing Un, nelayan di Thailand, jadi budak kulit hitam di Kalifornia, laki-laki Indian, sebagai putri orang Belanda, pernah hidup<br />
di Colorado, dll.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">Yang paling menarik, ternyata kehidupan lalu tersebut mempunyai kaitan (koneksi) yang kuat dengan kehidupan Nathalia yang sekarang. Dari penulusuran itulah, ia mendapat pemahaman akan hukum sebab akibat, serta mendapatkan banyak pelajaran berharga yang bisa meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan merevolusi pikirannya.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">Nah, buku ini hendak mengajak orang untuk mengenali kehidupan lalu mereka, dan mengambil pelajaran dari dalamnya. Dengan bantuan seorang hipnoterapis, atau tekun berlatih sendiri dengan bimbingan buku ini, siapa saja bisa masuk ke kehidupan lalu yang sungguh menakjubkan.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>PENGANTAR ROMY RAFAEL</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Apakah itu Past Life Regression?</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Apakah Anda percaya dengan reinkarnasi?</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Apakah Anda percaya jika Anda adalah orang lain?</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Apakah Anda dulunya memiliki kehidupan sebelum kehidupan ini?</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Dari beberapa pertanyaan di atas, pertanyaan yang paling penting sesungguhnya adalah, bagaimana Past Life Regression (PLR) dapat membantu Anda?</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Reinkarnasi adalah kepercayaan yang banyak dipercayai dan dialami oleh banyak orang di seluruh dunia. Dan, semua kepercayaan tersebut memiliki dampak yang positif, yang dapat dimanfaatkan untuk<br />
proses penyembuhan di dalam suatu terapi.</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Banyak sekali orang mencari jalan dan cara untuk mengetahui siapa, apa, dan bagaimana kehidupan mereka sebelum kehidupan yang sekarang. Nah, sedikit banyak buku ini akan mencoba menjawab tentang<br />
pertanyaan kompleks di atas.</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">Dan, sebagian besar dari Anda mungkin tidak akan percaya dengan Past Life Regression. Tapi, sebagian orang juga percaya bahwa jikalau kita meninggal, maka jiwa kita akan berlanjut menempati tubuh yang berbeda.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">Dalam budaya berbagai bangsa di belahan dunia ini, banyak sekali diceritakan tentang kehidupan lalu dalam mitologi-mitologi mereka. Makanya tercipta suatu ide dan konsep, bahwa setelah kematian ada sesuatu yang indah, yaitu jiwa kita akan terus hidup di alam kehidupan lainnya sebagai orang yang berbeda.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">Itu artinya, setelah kita meninggal, jiwa kita tetap berlanjut menempati tubuh yang berbeda-beda. Sampai akhirnya nanti, tubuh atau wadah biologis yang ditempati tersebut menjadi tua dan sudah tidak layak lagi untuk ditempati.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">Jika hal ini terjadi, maka jiwa yang ada di dalamnya akan meninggalkan tubuh tersebut untuk kembali lagi menempati tubuh baru yang berbeda. Dan, siklus ini terus terjadi sampai akhir zaman. Menurut mitologi yang ada, hal ini terjadi agar jiwa yang ada di dalamnya dapat terus belajar dan berkembang dalam setiap kehidupan baru yang dialaminya. Hal ini terjadi untuk satu tujuan, yaitu memperoleh jiwa yang lebih baik dari sebelumnya.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">Mungkin, Anda membaca buku ini karena Anda atau orang yang Anda kenal percaya terhadap kehidupan sebelum kehidupan yang sekarang. Saat ini, ada cara yang unik untuk mengetahui kehidupan lalu Anda. Percaya atau tidaknya Anda terhadap kehidupan lalu ini, saya sarankan supaya Anda membuka pikiran terlebih dahulu, dan kemudian mengeksplorasi buku Nathalia Sunaidi ini dengan pikiran terbuka.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>Romy Rafael</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Hypnotherapist</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>www.romyrafael.com</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>PUJIAN UNTUK BUKU INI</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">“Buku ini cenderung kontroversial. Tidak semua pihak—bahkan mungkin<br />
tidak banyak—orang yang bisa memahami, apalagi menerima jalan pikiran<br />
Nathalia. Namun, buku ini mampu menggoda pikiran kita untuk mencari<br />
jawaban atas pertanyaan: siapakah aku ini?”</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>Andy F. Noya</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Pemimpin Redaksi Metro TV dan Host Kick Andy</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">“Petualangan ke dunia masa lampau memang bukan sesuatu yang gampang<br />
dimengerti atau dijalani oleh setiap manusia. Tetapi, hal itu bukan<br />
berarti sesuatu yang tidak ada atau tidak bisa dilakukan. Mengetahui<br />
masa lalu untuk kebaikan adalah baik adanya. Tetapi, jauh lebih penting<br />
bila pengetahuan masa lalu itu bisa menjadi landasan untuk berjuang<br />
meraih keberhasilan di masa depan. Dibutuhkan kejernihan hati dalam<br />
menyimak buku <em>Journey to My Past Lives </em>ini agar dapat memperoleh pengetahuan dan manfaat yang positif dari petualangan masa lampau Nathalia yang luar biasa ini.”</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>Andrie Wongso</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Motivator dan Penulis Buku-buku Bestseller</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">“Jendela-jendela yang sesekali dapat membuka, baik dari kehidupan<br />
lampau maupun masa datang, patut dimaknai sebagai elemen yang<br />
memperkaya kehidupan spiritualitas kita hari ini. Tidak terpaku dan<br />
terikat padanya, melainkan belajar melaluinya. Eksplorasi Nathalia<br />
merupakan bukti bahwa waktu sesungguhnya sirkular. Dan, linearitas<br />
merupakan ilusi yang memungkinkan permainan bernama Hidup ini berlaku.”</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>Dewi Lestari</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Penulis Serial “Supernova”</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">“Aku menemukan sesuatu yang membuat aku takjub. Memasuki masa lalu<br />
dapat menjadi sebuah perjalanan spiritual yang mengagumkan dan penuh<br />
makna. Sebuah perjalanan yang menguatkan mental dan merevolusi pikirian<br />
ke arah yang lebih baik.”</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>Ade Tri Marganingsih</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Redaktur Pelaksana MATABACA</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">“Buku istimewa dan berharga yang dapat meningkatkan level kesadaran kita menuju pencerahan spiritual.”</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>Adi W. Gunawan</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>The Re-Educator &amp; Mind Navigator dan Penulis Bestseller</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>“Hypnosis: The Art of Subconscious Communication”</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">“<em>Self discovery</em>! Sering kali pandangan kita mengenai diri<br />
sendiri sangat berbeda dengan pandangan orang lain mengenai diri kita.<br />
Dari buku ini, kita diajak belajar mengetahui siapa diri kita<br />
sesungguhnya. The minute you surrender, you might just get exactly what<br />
you looking for. Highly recommended for your journey to find the<br />
purpose of your life.”</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>Alexandra Dewi</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Managing Director Sun Hope Indonesia</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Co-Author “I Beg Your Prada”</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">“Buku ini sangat menarik karena membuka jalan bagi Anda untuk mengenali potensi diri sendiri.”</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>Andrea Hirata</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Penulis Novel Tetralogi “Laskar Pelangi”</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">“Setiap jiwa sejujurnya sedang bertumbuh. Dan masa lalu lengkap<br />
dengan dinamikanya, sejauh bisa mengolahnya, adalah bahan-bahan<br />
pertumbuhan yang mengagumkan.”</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>Gede Prama</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Penulis 22 Buku Inspirasi</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">“<em>Journey to My Past Lives </em>menawarkan pengalaman membaca<br />
yang tidak biasa. Nathalia akan mengajak Anda berpetualang ke<br />
lorong-lorong hidup Anda yang paling rapat dan tersembunyi sekalipun.<br />
Bersiaplah!”</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>Jessica Huwae</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Penulis “Soulmate.com” dan Managing Director SPICE!</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">“Perjalanan ke kehidupan lampau memberikan sebuah refleksi<br />
konstruktif dan korektif untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia<br />
itu sendiri. Banyak hal yang dapat diperbaiki dan disempurnakan setelah<br />
menyaksikan ‘video kehidupan masa lalu itu’. Nathalia telah menuliskan<br />
transkrip video kehidupan lampaunya yang menarik itu untuk menjadi<br />
bahan renungan buat kita dengan satu pesan tunggal bahwa, kehidupan<br />
lampau itu ada dan nyata adanya. Galilah video Anda dengan panduan buku<br />
ini!”</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>Ponijan Liaw</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Penulis Buku Bestseller “The Art of Communication that Works”</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>dan Penulis Pendamping “Simplify Your Life with Zen”</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">“Buku ini lain daripada yang lain. Baru pertama kali di Indonesia.<br />
Dalam menulis pengalaman regresinya, Nathalia tidak sekadar<br />
menyampaikan reportase, tapi juga mampu menangkap makna pembelajaran<br />
dalam setiap babak kehidupan lalunya. Terlebih lagi hal ini dia lakukan<br />
sendiri melalui auto-hypnosis. Tentu saja, ini harus dilandasi dengan<br />
keberanian untuk mau melihat sisi negatif pada dirinya. Hanya mereka<br />
yang berbekal kesadaran spiritual yang tinggi sajalah yang bisa<br />
melakukannya. Selamat dan sukses!”</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><strong>Sumarsono Wuryadi, LRM</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Counsellor &amp; Holistic Therapist</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;"><em>Saraswati Inner Studies &amp; Klinik Sanjiwani</em></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 15px;">No related posts.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nathaliasunaidi.com/buku-journey-to-my-past-lives/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengirim Naskah ke Endorser</title>
		<link>http://nathaliasunaidi.com/tips-mengirim-naskah-ke-endorser/</link>
		<comments>http://nathaliasunaidi.com/tips-mengirim-naskah-ke-endorser/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 07:31:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Tetap]]></category>
		<category><![CDATA[Ada]]></category>
		<category><![CDATA[adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Andrea Hirata]]></category>
		<category><![CDATA[bagi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[cemas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita komedi]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Di]]></category>
		<category><![CDATA[dika]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[endorsement]]></category>
		<category><![CDATA[Endorser]]></category>
		<category><![CDATA[God]]></category>
		<category><![CDATA[ini]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kali]]></category>
		<category><![CDATA[kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Karena]]></category>
		<category><![CDATA[Karina]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[kening]]></category>
		<category><![CDATA[Lalu]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[membuat]]></category>
		<category><![CDATA[namun]]></category>
		<category><![CDATA[napas]]></category>
		<category><![CDATA[naskah]]></category>
		<category><![CDATA[nilai tambah]]></category>
		<category><![CDATA[oleh]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>
		<category><![CDATA[penulisan]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[plis]]></category>
		<category><![CDATA[saking]]></category>
		<category><![CDATA[sambil]]></category>
		<category><![CDATA[sangat]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[sering]]></category>
		<category><![CDATA[Serta]]></category>
		<category><![CDATA[siapa]]></category>
		<category><![CDATA[sudah]]></category>
		<category><![CDATA[Teenlit]]></category>
		<category><![CDATA[tidak]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nathaliasunaidi.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Semua penulis yang sudah menerbitkan buku –atau bercita-cita menerbitkan buku— pasti tidak asing dengan kata ‘endorsement’, kecuali dia tinggal di ujung dunia. Beberapa tahun lalu, sebelum kata ini sering digunakan, istilah yang familiar di telinga kita adalah ‘paperback comment’.
Selain memberi nilai tambah bagi sebuah karya, endorsement dari seseorang yang ‘sudah punya nama’ –apalagi yang termasuk kategori ‘Penulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua penulis yang sudah menerbitkan buku –atau bercita-cita menerbitkan buku— pasti tidak asing dengan kata ‘<a style="font-style: italic; color: #000000;" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endorsement_%28advertising%29">endorsement</a>’, kecuali dia tinggal di ujung dunia. Beberapa tahun lalu, sebelum kata ini sering digunakan, istilah yang familiar di telinga kita adalah ‘<span style="font-style: italic;">paperback comment</span>’.</p>
<p>Selain memberi nilai tambah bagi sebuah karya, <span style="font-style: italic;">endorsement</span> dari seseorang yang ‘sudah punya nama’ –apalagi yang termasuk kategori ‘Penulis Dewa’— sanggup membuat orang tergoda membeli, atau minimal, mengundang rasa penasaran terhadap buku yang bersangkutan. Siapa yang tidak tertarik mengambil buku yang sampul depannya memuat <span style="font-style: italic;">endorsement</span> dari <a style="color: #000000;" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Andrea_Hirata">Andrea Hirata</a> atau <a style="color: #000000;" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewi_Lestari">Dewi Lestari</a>? Siapa penikmat novel remaja yang tidak terpancing mengambil <span style="font-style: italic;">teenlit</span> yang memajang <span style="font-style: italic;">endorsement</span> dari <a style="color: #000000;" href="http://www.sittakarina.com/">Sitta Karina</a>? Siapa penyuka cerita komedi yang tidak tertarik dengan buku yang di-<span style="font-style: italic;">endorse</span> oleh <a style="color: #000000;" href="http://radityadika.com/">Raditya Dika</a>?</p>
<p>Sebagai orang yang sudah menerbitkan buku, saya tahu rasanya mengirim naskah kepada penulis-penulis senior; memohon kesediaan mereka untuk memberi sepatah-dua patah kata bagi ‘calon anak’ saya, berharap-harap cemas menanti hasilnya, dan sebagainya. Di sisi lain, sebagai orang yang pernah menjadi <span style="font-style: italic;">endorser</span> untuk beberapa buku –serta menjadi ‘perantara’ bagi mereka yang ingin mendapatkan<span style="font-style: italic;">endorsement</span> dari <a style="color: #000000;" href="http://www.dee-idea.blogspot.com/">Ibu ini</a>— saya juga berkesempatan membaca berbagai naskah dengan genre dan penulisan yang sangat bervariasi.</p>
<p>Menerima dan membaca naskah merupakan kegiatan yang menarik, namun tak selalu menyenangkan. Ada kalanya saya mendapatkan ‘naskah emas’ yang memikat perhatian. Saya sanggup <span style="font-style: italic;">begadang</span> semalam suntuk dan melewatkan jam makan hanya untuk menamatkan naskah tersebut. Saya pernah membaca naskah yang sama sebanyak tiga kali dalam sebulan karena jatuh cinta dengan isi dan cara penulisannya. Namun tidak jarang pula saya menerima naskah yang membuat kening berkerut-kerut saking standarnya, saking mentahnya, atau saking <span style="font-style: italic;">absurd</span>-nya. Jenis naskah yang terakhir ini biasanya membuat saya menarik napas panjang sambil membatin, “<span style="font-style: italic;">Duh bo&#8230; plis deh</span>,” sebelum menutupnya tanpa menamatkan bab pertama.</p>
<p>Kedengaran belagu? Mungkin, tapi memang itu yang terjadi.</p>
<p>Selain konten, ada hal-hal lain yang memicu keengganan saya untuk membaca sebuah naskah sampai tamat (boro-boro mengomentari, kalau membaca aja nggak selesai). Kemalasan adalah salah satunya. Sisanya adalah beberapa faktor eksternal yang akan saya uraikan di bawah ini.<br />
Apa yang saya tuliskan di sini adalah hasil dari pengamatan pribadi dan bertukar pikiran dengan sesama rekan penulis –maupun figur publik— yang pernah menjadi <span style="font-style: italic;">endorser</span> untuk sebuah buku. Mudah-mudahan bisa bermanfaat. <img src='http://nathaliasunaidi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tips pertama: pastikan naskah yang kamu kirim ke <span style="font-style: italic;">endorser</span> sudah diterima terlebih dahulu oleh penerbit. Menggunakan <span style="font-style: italic;">endorsement</span>untuk ‘menjual’ naskah ke penerbit memang bukan sesuatu yang salah, namun ini bisa jadi sesuatu yang menyebalkan bagi <span style="font-style: italic;">endorser</span>. Pertama, karena tidak adanya kepastian terbit. Kedua, ada waktu dan energi yang harus diluangkan oleh <span style="font-style: italic;">endorser</span> untuk membaca dan mengomentari karya kamu. Ketidakpastian tersebut akan membuat usaha yang dilakukan <span style="font-style: italic;">endorser</span> tampak sia-sia.</p>
<p>Kedua, yakinlah bahwa ketika karya kamu diterima oleh penerbit, karya tersebut memiliki ‘kekuatan’ dan nilai plus yang menjadikannya layak terbit. Pahami juga bahwa setiap penulis mempunyai ciri khas dan kelebihan masing-masing. Karena itu, miliki rasa percaya diri dan hindari mencantumkan kalimat-kalimat berikut dalam permohonan <span style="font-style: italic;">endorsement</span> kamu: “Saya tahu tulisan saya tidak sebagus Mbak…”, “Memang tulisan ini tidak sebanding dengan karya Mbak…”, dan sebagainya. Saya tidak tahu dengan penulis lain, namun permohonan <span style="font-style: italic;">endorsement</span> semacam ini membuat saya kehilangan minat untuk membaca naskah. Jika<span style="font-style: italic;"> endorser</span> yang bersangkutan merasa cocok dengan karyamu, ia akan memberikan <span style="font-style: italic;">endorsement</span> dengan senang hati. Tanpa kamu perlu ‘merendah’.</p>
<p>Ketiga, jangan mengirimkan naskah dengan tenggat waktu yang terlalu sempit. Dua minggu sampai satu bulan adalah tenggat yang cukup ideal bagi <span style="font-style: italic;">endorser</span> untuk membaca dan mengomentari calon bukumu, apalagi jika kamu mengirim naskah kepada ‘Penulis Dewa’ yang punya segudang kesibukan. Sadari bahwa mereka memiliki pekerjaan yang lebih penting daripada membaca naskahmu. <span style="font-style: italic;">And for the love of God</span>, jangan donder. Saya pernah menerima <span style="font-style: italic;">draft</span> dari seseorang yang mengirimkan <span style="font-style: italic;">e-mail</span> dua hari sekali untuk menanyakan apakah <span style="font-style: italic;">draft</span> tersebut sudah dibaca. Kali ketiga ia mengirim<span style="font-style: italic;"> e-mail</span>, saya tidak lagi membalasnya. <span style="font-style: italic;">It’s just annoying</span>. Saya hanya tersenyum masam mendengar alasan yang diajukannya: “Minggu depan sudah mau naik cetak, Mbak.” Sebagai orang yang pernah menerbitkan buku, saya tahu ada tenggat waktu yang cukup panjang dari diterimanya naskah oleh penerbit, proses produksi (<span style="font-style: italic;">editing, lay-outing</span>, desain <span style="font-style: italic;">cover</span>, dsb), sampai naik cetak. Keseluruhan proses tersebut bisa makan waktu 3 sampai 5 bulan. <span style="font-style: italic;">Kemane aje lo, baru ngirim </span>draft<span style="font-style: italic;"> seminggu terakhir</span>?</p>
<p>Keempat, kirimlah naskah yang sudah ‘matang’, dalam arti sudah melalui proses <span style="font-style: italic;">editing</span> setidaknya satu kali. Selain memudahkan<span style="font-style: italic;">endorser</span> untuk menilai naskah tersebut secara keseluruhan, tindakan ini menunjukkan bahwa kamu menghargai <span style="font-style: italic;">endorser</span>. Kesalahan ketik dan kesalahan tata bahasa adalah sesuatu yang sangat lazim terjadi, dan saya rasa <span style="font-style: italic;">endorser</span> tidak akan mempermasalahkan hal ini. Namun isi naskah yang masih ‘mentah’ dan kasar akan sangat mengganggu untuk dibaca. Tunjukkan bahwa kamu menghargai <span style="font-style: italic;">endorser</span>yang sudah bersedia meluangkan waktu dan energi untuk membaca naskahmu.</p>
<p>Kelima, gunakan <span style="font-style: italic;">font</span> yang nyaman dibaca dan spasi yang tidak melelahkan mata. Hal ini juga bisa diterapkan untuk mengirim naskah ke penerbit. Saya pernah menerima naskah yang ditulis dengan <span style="font-style: italic;">font</span> Arial Narrow dan spasi <span style="font-style: italic;">single</span> yang panjangnya lebih dari 400 halaman. Saya berusaha membacanya sebanyak tiga kali dan akhirnya menyerah sebelum menyelesaikan bab pertama.</p>
<p>Keenam, kirimkan naskahmu kepada orang yang tepat. Jangan mengirimkan naskah novel pop kepada penulis cerita komedi. Jangan mengirimkan naskah kumpulan blog remaja kepada penulis fiksi ilmiah. Dan demi Tuhan, jangan mengirimkan naskah cerita horor murahan atau drama-komedi berbau seks kepada siapa pun. Kasihanilah kami.</p>
<p><span style="font-style: italic;">Last but not least</span>, berbesar hatilah jika naskahmu ditolak oleh calon<span style="font-style: italic;"> endorser</span>. Tidak usah <span style="font-style: italic;">ngambek</span>. Tidak perlu membujuk calon<span style="font-style: italic;">endorser</span> untuk mempertimbangkan ulang keputusannya dengan berkali-kali menghubunginya. Mereka tentu memiliki pertimbangan tersendiri untuk memberikan (atau tidak memberikan) <span style="font-style: italic;">endorsement</span>. <span style="font-style: italic;">It’s nothing personal</span>. Naskah saya pernah ditolak oleh beberapa penulis. Saya mengucapkan terima kasih atas waktu yang mereka berikan untuk membaca dan membalas <span style="font-style: italic;">e-mail</span> saya, lalu mencari penulis lain yang bersedia meng-<span style="font-style: italic;">endorse</span> buku saya. Sesederhana itu.</p>
<p>Sekarang, izinkan saya menghancurkan secercah harapan yang kamu miliki. Tips-tips di atas tidak menjamin kamu akan memperoleh<span style="font-style: italic;">endorsement</span> sesuai harapan, bahkan tidak menjamin naskahmu akan dibaca oleh calon <span style="font-style: italic;">endorser</span>.</p>
<p>Tips-tips tersebut hanya bentuk lain dari<span style="font-style: italic;"> uneg-uneg</span> yang saya (dan beberapa rekan penulis) miliki dari pengalaman menerima dan membaca naskah yang dikirimkan kepada kami. Sama seperti perjuangan untuk menerbitkan buku, ada banyak hal yang menentukan keberhasilan seseorang dalam mendapatkan <span style="font-style: italic;">endorsement</span> – salah satunya keberuntungan. Saran yang bisa saya berikan adalah: lakukan yang terbaik yang kamu bisa, silangkan jari-jarimu, dan berharaplah keberuntungan ada di pihakmu. Kalaupun tidak, <span style="font-style: italic;">well</span>, akan selalu ada kesempatan lain, selama kamu terus menulis. <img src='http://nathaliasunaidi.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat berburu <span style="font-style: italic;">endorsement</span>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nathaliasunaidi.com/tips-mengirim-naskah-ke-endorser/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyembuhkan Indonesia dengan Hipnoterapi</title>
		<link>http://nathaliasunaidi.com/menyembuhkan-indonesia-dengan-hipnoterapi/</link>
		<comments>http://nathaliasunaidi.com/menyembuhkan-indonesia-dengan-hipnoterapi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 05:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Nathalia Sunaidi]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Hipnosis dan Hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[batin]]></category>
		<category><![CDATA[berat]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Di]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[Hal]]></category>
		<category><![CDATA[Hari]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[hypno]]></category>
		<category><![CDATA[hypnotherapist]]></category>
		<category><![CDATA[hypnotherapy]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ini]]></category>
		<category><![CDATA[jika]]></category>
		<category><![CDATA[Kami]]></category>
		<category><![CDATA[Karena]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[kepada]]></category>
		<category><![CDATA[kesedihan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[klien]]></category>
		<category><![CDATA[korban gempa nias]]></category>
		<category><![CDATA[langsung]]></category>
		<category><![CDATA[luar biasa]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[mereka]]></category>
		<category><![CDATA[momen]]></category>
		<category><![CDATA[mulai]]></category>
		<category><![CDATA[namun]]></category>
		<category><![CDATA[Panti]]></category>
		<category><![CDATA[para]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[praktek]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[siapa]]></category>
		<category><![CDATA[terapi]]></category>
		<category><![CDATA[tersebut]]></category>
		<category><![CDATA[tidak]]></category>
		<category><![CDATA[timor timur]]></category>
		<category><![CDATA[Timur]]></category>
		<category><![CDATA[training]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nathaliasunaidi.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya bersama para graduates Becoming Hypnotherpist batch 2 mendatangi Panti Asuhan Chandranaya di Bogor. Saya mendampingi para graduates untuk melakukan praktek hypnotherapy langsung kepada anak-anak di panti.
 
Begitu kami datang, puluhan anak-anak panti yang berusia antara tujuh sampai belasan tahun sudah berkumpul. Saya membuka sesi praktek ini dengan membawakan pre-talk tentang alam bawah sadar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini saya bersama para graduates Becoming Hypnotherpist batch 2 mendatangi Panti Asuhan Chandranaya di Bogor. Saya mendampingi para graduates untuk melakukan praktek hypnotherapy langsung kepada anak-anak di panti.</p>
<p> </p>
<p>Begitu kami datang, puluhan anak-anak panti yang berusia antara tujuh sampai belasan tahun sudah berkumpul. Saya membuka sesi praktek ini dengan membawakan pre-talk tentang alam bawah sadar. Tentang bagaimana alam bawah sadar berisi memori-memori, pengalaman hidup, mulai dari janin sampai sekarang. Di dalamnya juga tersimpan berbagai emosi yang ter-attach di setiap pengalaman tersebut; luka batin, kesedihan, kekecewaan, ketakutan, dendam, kemarahan, dll. Emosi-emosi negatif tersebut menjadi penghambat keberhasilan dan penyebab rasa tidak bahagia dalam hidup.</p>
<p>Setelah pre-talk, saya bertanya “Siapa sekarang yang mau diterapi untuk melepaskan emosi negatif?” Luar biasa, semua anak mengangkat tangan. Sampai-sampai anak-anak yang masih SD juga angkat tangan.</p>
<p>Saya berikan briefing singkat kepada para graduates yang akan praktek, “Jika kasus ringan pakai saja Hypno-NLP yang saya ajarkan tapi kalau berat pakai Wisdom Therapy – sebuah set hypnotherapy sistematis yang saya ciptakan. Di momen itu kami mengira kami akan mendapatkan kasus-kasus phobia ringan atau meningkatkan kualitas belajar. Namun, setiap sesi terapi adalah kejutan yang tidak pernah terduga. Ternyata di hari ini para graduates mendapatkan kasus-kasus yang berat dan mengharukan. Hampir semua hypnotherapist (para graduates) juga ikut meneteskan air mata saat menterapi anak-anak panti tersebut. Dan luar biasa, para graduates menanganinya dengan tuntas dan excellent!</p>
<p>Kami tidak mengira betapa pilunya penderitaan para anak panti tersebut. Mereka ternyata kebanyakan korban kerusuhan Timor-Timur – di mana mereka melihat langsung pembunuhan keluarga mereka, korban gempa Nias dan banyak yang luka batin karena merasa dibuang oleh orang tua mereka. Cool, pikir saya di dalam hati ketika saya mengetahui kisah para anak panti tersebut dari pengasuhnya. “Ini akan menjadi sesi praktek yang seru dan pengalaman pembelajaran yang berharga untuk para graduates.” Para graduates langsung memasuki ruangan-ruangan yang telah disediakan dan siap menangani klien muda mereka. Ternyata benar, mereka mendapatkan klien-klien dengan abreaction (pelepasan emosi) yang dasyat. Para klien (anak-anak panti) menangis dan berteriak dengan pilu sampai memukul-mukul bantal untuk melepaskan perasaan sedih yang mendalam. Sampai-sampai saya dan para graduates ikutan menangis saat melakukan terapi tersebut. Tidak tahan, tangisan pilu mereka sungguh-sungguh menyayat hati.</p>
<p>Yang lebih menyentuh hati lagi, para anak panti tersebut mengantri menunggu giliran terapi. Begitu yang satunya selesai, dengan cepat mereka langsung memasuki ruangan kamar terapi dan berdiri dengan manis menunggu diterapi. Di momen itu saya sangat terharu, mereka tentunya telah lama menanti momen ini untuk melepaskan kesedihan mereka. Saya bertanya kepada anak-anak panti yang sedang menenunggu giliran terapi, “Kamu kalau ada masalah cerita sama siapa?” “Tidak cerita ke siapa-siapa. Masalah apa pun disimpan di sini (sambil mereka menunjuk hati mereka)” jawab mereka. Kasihan sekali, pikir saya dalam hati.</p>
<p>Hari telah sore jadi kami harus mengakhiri sesi terapi. Masih banyak anak panti yang belum kedapatan giliran terapi. Mereka bertanya kepada saya dan para graduates, “Kalian besok datang lagi, kan?” Kami terharu sekali. Memang besok akan dilanjutkan oleh group graduates lainnya untuk menyelesaikan deretan klien muda kami.</p>
<p>Beberapa orang bertanya kepada saya, “Nath, apa yang membuat kamu rutin mengadakan training becoming hypnotherapist 100 jam?” Saya selalu menjawab, “Saya mau menciptakan banyak hypnotherapist yang melakukan terapi. Indonesia sangat membutuhkan banyak hypnotherapist yang bisa melepaskan luka batin dan permasalahan hidup mereka!” Sedikit sekali para lulusan hypnotherapy yang ada mau atau bisa melakukan terapi. Lebih banyak dari mereka begitu selesai training hypnosis langsung terjun membuat training hypnosis atau hypnotherapy lagi. Mereka mengajarkan orang-orang menjadi hypnotherapist dalam training dua atau tiga hari. Tapi jarang yang benar-benar “jadi” hypnotherapist yang menangani langsung kasus klien. Hal itu membuat saya bertanya-tanya – jika mereka tidak membuka terapi yang menangani antrian klien – bagaimana mereka bisa mengajarkan pengalaman-pengalaman hypnotherapy kepada para muridnya? Jadinya hanya seperti teori yang diteruskan dari mulut ke mulut tanpa adanya pengalaman keberhasilan pribadi. Karena itu saya membuat training becoming hypnotherapist 100 jam di mana saya sharingkan semua pengalaman hypnotherapy saya selama bertahun-tahun dengan ribuan klien. Para graduates becoming hypnotherapist saya persiapkan sungguh-sungguh untuk bisa langsung terjun terapi bahkan di hari kelulusan mereka. Karena di training becoming hypnotherapist isinya adalah 80% praktek langsung dan 20% teori. Saya ajarkan mereka Wisdom Therapy yang saya buat berdasarkan pengalaman terapi ribuan klien, tujuannya supaya mereka bisa dengan mudahnya langsung terjun untuk terapi menggunakan prosedur yang sudah tersistemasi. Dan para graduates batch 1 dan 2 bisa melakukan sesi hypnotherapy untuk menolong klien melepaskan problem mereka dengan mudah seolah sudah sangat alami melampaui imajinasi saya. Excellent!</p>
<p>Hypnotherapy adalah salah satu alat dari berbagai alat yang bisa kita gunakan untuk menolong orang lain. Dalam sebuah sesi menemukan misi hidup dengan peserta training, seorang peserta mengatakan misi hidupnya kali ini adalah untuk menolong banyak orang. Dan hypnotherapy adalah alat untuknya melakukan misi tersebut. Hypnotherapist adalah salah satu profesi yang bisa menolong orang lain. Sebagian murid-murid saya menjadi hypnotherapist sebagai back-up profesi andaikan suatu hari mereka harus keluar dari perusahaannya. Sebagian untuk bisa menolong orang-orang tercinta mereka – istri/suami, anak-anak, keluarga dan sahabat. Ada yang anggota LSM dan organisasi sosial yang menggunakan hypnotherapy untuk menangani para korban kekerasan atau pelecehan. Atau para ibu atau ayah yang mau membesarkan anak-anaknya dengan hypnosis, memasukkan program-program keberhasilan dan melepaskan blok-blok mental para anaknya mulai dari sedini mungkin (saya sebut mereka “Mom/dad the hypnotherapist”). Kebanyakan, mereka ingin menggunakan hypnoterapy sebagai sarana untuk menolong sesama, seperti yang kami lakukan di Panti Asuhan Chandranaya.</p>
<p>Jika ada lagi yang bertanya kepada saya, “Mengapa saya akan terus mendidik orang-orang menjadi hypnotherapist?” Saya akan jawab, “Karena ada banyak anak-anak dan orang-orang yang menunggu untuk diterapi untuk melepaskan luka batin dalam hidup mereka, seperti anak-anak panti yang hari ini kami terapi. Murid saya, yang menjadi koordinator praktek sesi hypnotherapy di panti asuhan Chandranaya , mengatakan banyak antrian panti asuhan yang mengundang kami untuk melakukan terapi pelepasan luka batin anak-anak yatim piatu. Indonesia membutuhkan banyak hypnotherapist!</p>
<p>Dalam obrolan saya dengan Ayah Edy, dia menceritakan bagaimana dia membuat “Strong from Home”. Ayah Edy mengatakan kepada pemilik Smart FM, “Apakah Anda tahu membangun Indonesia? Saya tahu! Mulailah dari rumah.” Itulah alasan dibuat programnya di Smart FM. Maka saya pun menanyakan kepada Anda, “Apakah Anda tahu menyembuhkan Indonesia? Saya tahu! Mulailah dari alam bawah sadar. Lepaskan emosi-emosi negatif; berbagai lukan batin, kepiluan, kebencian, dendam, amarah, sakit hati. Maka Anda telah menyembuhkan sebuah kehidupan yang sangat berharga.” Itulah alasan saya terus belajar menjadi hypnotherapist yang handal dan terus membagikan semua pengetahuan hypnotherapy saya kepada para murid dengan program free life-time resit. Saya ingin mengantarkan orang-orang menjadi hypnotherapist yang melakukan hypnotherapy handal untuk menyembuhkan Indonesia!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nathaliasunaidi.com/menyembuhkan-indonesia-dengan-hipnoterapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
